Hari Pers Nasional 2019
AJI Minta Pers Tetap Profesional dan Independen di Tahun Politik
Sabtu, 9 Februari 2019 | 10:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan mengimbau pers tetap menjaga profesionalitas dan independensi di tahun politik. Menurut Maman, profesionalitas dan independensi merupakan salah satu cara agar pers tetap obyektif dan membuat atau berita hoax atau berita bohong.
"Pers mau tidak mau harus tetap profesional dan independen dalam bekerja. Harus taati aturan dan kode etik sehingga mampu membendung hoax-hoax yang banyak muncul di tahun politik," ujar Manan saat dihubungi, Sabtu (9/2).
Pers, kata Manan, tidak boleh langsung memberitakan atau menyebarkan informasi yang didapat. Namun, kata dia, prinsip verifikasi dan check and recheck harus tetap dipegang teguh dan diterapkan.
"Ketika mendapatkan informasi, maka harus diverifikasi, apa benar yang disampaikan yang bersangkutan, kapan dan di mana, serta apa atau bagaimana buktinya. Bila perlu cari dan temukan data-data pembandingnya," jelas dia.
Dalam konteks ini, Manan berharap pers mengutamakan jurnalisme data atau pemberitaan yang berbasiskan data, bukan hanya pernyataan. Pasalnya, datanya lebih akurat dibandingkan pernyataan, yang kadang mudah dipelintir.
"Jadi, pesan AJI kepada wartawan atau jurnalis agar tetap profesional, independen serta mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas. Tidak boleh menjadi wartawan pesan. Sementara untuk pemilik media atau perusahan media, tidak boleh mengintervensi independensi news room untuk menghamba kepada kepentingan politik tertentu. Karena media adalah bisnis kepercayaan, selagi ada yang tidak percaya maka media tersebut tidak akan menjadi media besar," pungkas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




