Bendungan Jebol, Puluhan Penambang Zimbabwe Diduga Tewas
Jumat, 15 Februari 2019 | 11:46 WIB
Harare, Beritasatu.com - Sedikitnya 23 penambang ilegal terperangkap dan dikhawatirkan tewas di terowongan bawah tanah, tambang emas ilegal, Zimbabwe, Kamis (14/2). Surat kabar harian milik pemerintah melaporkan tambang tempat mereka bekerja dibanjiri air dari bendungan yang jebol.
Negara Afrika itu telah berupaya untuk mengatur ribuan orang yang secara ilegal menggali emas di mana-mana, termasuk di pertanian dan tambang yang terbengkalai. Sebagian besar tambang terletak di bawah tanah dalam naungan kegelapan.
The Herald menyatakan para penambang ilegal di Battlefields, 175 km sebelah barat Harare, telah memasuki terowongan di tanah milik RioZim dan perusahaan lain pada Selasa (12/2) malam untuk mencari emas. Tetapi dinding bendungan di dekatnya runtuh, membanjiri poros dan terowongan.
"Nama-nama orang yang diyakini telah terperangkap telah mencapai 23 orang. Peluang menyelamatkan setiap orang yang selamat sangat tipis," kata surat kabar itu mengutip Fortunate Muzulu, administrator untuk daerah tersebut.
Kepada Herald, Muzulu, yang tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada Kamis, mengatakan bahwa pejabat pemerintah telah meminta pompa yang lebih besar dari penambang platinum Zimplats untuk mengalirkan air sehingga bisa mengevakuasi mayat.
Juru bicara RioZim Wilson Gwatiringa mengatakan perusahaan itu tidak menambang di tanah tempat para penambang terperangkap dan membantu pejabat pemerintah dengan upaya penyelamatan.
Menurut data resmi, produsen emas skala kecil, termasuk penambang ilegal, menyumbang hampir 60 persen dari rekor hasil 33 ton emas yang diproduksi di Zimbabwe tahun lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




