Rizal Ramli: Rakyat Ingin Menu yang Berbeda

Sabtu, 16 Februari 2019 | 15:09 WIB
FS
FB
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FMB
Pekerja memproduksi tempe di kawasan Kemayoran, Jakarta, 6 September 2018. Produsen tempe mengeluhkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada naiknya harga kedelai impor dari sebelumnya Rp6.500 menjadi Rp7.700 per kilogram.
Pekerja memproduksi tempe di kawasan Kemayoran, Jakarta, 6 September 2018. Produsen tempe mengeluhkan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada naiknya harga kedelai impor dari sebelumnya Rp6.500 menjadi Rp7.700 per kilogram. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mendorong dua calon presiden yang berlaga dalam Pilpres 2019 menawarkan menu yang berbeda di meja makan rakyat Indonesia. Kedua capres seharusnya berbeda dalam pemikiran, analisa dan strategi di bidang ekonomi, hukum dan sosial. Menurutnya, jika menu yang ditawarkan kedua capres sama, tak ada artinya lagi pilpres.

"Kedua capres harus berbeda dalam pikiran, dalam analisa dan strategi. Kalau nggak, Pilpres ini tidak ada artinya," kata Rizal Ramli di kediamannya di Jalan Bangka, Jakarta, Sabtu (16/2).

Untuk itu, ekonom senior ini mendorong kedua pasangan calon presiden tidak hanya menawarkan kepada rakyat Indonesia menu tempe dan tahu yang seluruh bahannya harus impor. Kedua Paslon, kata Rizal seharusnya bisa menawarkan menu lain, seperti ayam, daging, ikan dan bahkan dessert. Menurutnya, dengan pilihan terbaik yang disajikan, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan lebih baik di kemudian hari.

"Sekali-kali rakyat kita makan dessert dong. Karena kalau kita ingin jadi bangsa yang lebih hebat, lebih makmur tidak bisa dengan menu-menu yang biasa seperti hari sebelumnya," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon