Sikat Gigi Bisa Cegah Kanker
Rabu, 13 Juni 2012 | 18:32 WIB
Semakin banyak plak dan bakteri yang terdapat di gigi dan gusi, maka semakin tinggi pula risiko kematian dini akibat kanker.
Para peneliti mengklaim, bahwa menyikat gigi dengan cara yang tidak benar ternyata dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat kanker.
Dalam penelitian terbarunya mereka menemukan, ada hubungan antara tingginya tingkat plak gigi, atau bakteri, dengan risiko kematian akibat kanker sampai 13 tahun lebih awal daripada yang mungkin diharapkan.
Mereka yang kebanyakan bakteri pada permukaan gigi dan gusinya memiliki risiko 80 persen peningkatan kematian dini.
Para peneliti mengatakan, bahwa infeksi dan inflamasi (peradangan) berperan dalam sampai satu dari lima kanker, dan ini merupakan elemen kunci dalam penyakit gusi yang disebabkan oleh plak gigi.
Seperti telah diketahui, gangguan kesehatan pada gusi menyebabkan bau mulut dan gusi berdarah. Bila keluhan ini tidak diobati, akan menimbulkan masalah pada kesehatan gigi. Misalnya, gigi berlubang, gigi lepas (ompong) dan penyusutan pada gusi. Ini disebabkan dari penumpukan plak di antara gigi dan dibawah pangkal gigi yang berada dekat gusi.
Meski para peneliti dari Swedia dalam studi terbaru itu mengakui tidak adanya hubungan sebab akibat antara kanker dan plak gigi. Namun kondisi mulut yang buruk (tidak sehat) dapat menjadi indikator dari gaya hidup tak sehat yang terkait dengan kanker.
Studi ini melacak kesehatan 1.390 orang dewasa yang dipilih secara acak dari Stockholm selama 24 tahun, mulai tahun 1985.
Para peneliti mengklaim, bahwa menyikat gigi dengan cara yang tidak benar ternyata dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat kanker.
Dalam penelitian terbarunya mereka menemukan, ada hubungan antara tingginya tingkat plak gigi, atau bakteri, dengan risiko kematian akibat kanker sampai 13 tahun lebih awal daripada yang mungkin diharapkan.
Mereka yang kebanyakan bakteri pada permukaan gigi dan gusinya memiliki risiko 80 persen peningkatan kematian dini.
Para peneliti mengatakan, bahwa infeksi dan inflamasi (peradangan) berperan dalam sampai satu dari lima kanker, dan ini merupakan elemen kunci dalam penyakit gusi yang disebabkan oleh plak gigi.
Seperti telah diketahui, gangguan kesehatan pada gusi menyebabkan bau mulut dan gusi berdarah. Bila keluhan ini tidak diobati, akan menimbulkan masalah pada kesehatan gigi. Misalnya, gigi berlubang, gigi lepas (ompong) dan penyusutan pada gusi. Ini disebabkan dari penumpukan plak di antara gigi dan dibawah pangkal gigi yang berada dekat gusi.
Meski para peneliti dari Swedia dalam studi terbaru itu mengakui tidak adanya hubungan sebab akibat antara kanker dan plak gigi. Namun kondisi mulut yang buruk (tidak sehat) dapat menjadi indikator dari gaya hidup tak sehat yang terkait dengan kanker.
Studi ini melacak kesehatan 1.390 orang dewasa yang dipilih secara acak dari Stockholm selama 24 tahun, mulai tahun 1985.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




