Wapres JK: Pelabuhan Pulau Baai Masih Berpotensi untuk Dikembangkan

Minggu, 17 Februari 2019 | 21:26 WIB
U
JS
Penulis: Usmin | Editor: JAS
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK)
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) (beritasatu tv)

Bengkulu, Beritasatu.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengtakan, pelabuhan Pulau Baai, Kota Bengkulu, masih potensi besar untuk dikembangkan menjadi pelabuhan internasional pada masa mendatang.

"Saya kira pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu pelabuhan besar di Tanah Air," kata Jusuf Kalla ketika meninjau pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Minggu (17/2/2019).

Wapres Jusuf Kalla datang ke Bengkulu, selain menghadiri acara penutupan Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51 juga bersilaturahmi dengan pengurus dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dari berbagai daerah di Tanah Air.

Acara penutupan Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51 tahun 2019, bertempat di Balai Raya Semarak Bengkulu atau rumah dinas kediaman Gubernur Bengkulu.

Sedangkan acara pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan pengurus DMI dari berbagai daerah di Tanah Air, bertempat di Masjid Raya Baitul Izzah, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Wapres mengatakan, selain pelabuhan Pulau Baai memiliki potensi menjadi pelabuhan besar juga layak dibentuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat ke depan.

Untuk itu, Wapres minta PT Pelondo II segera merealisasikan program pengembangan pelabuhan dan pembentukan KEK di pelabuhan Pulai Baai, Kota Bengkulu, sehingga geliat ekonomi masyarakat daerah ini akan semakim tumbuh dan berkembang.

Hal senada diungkapkan Direktur Operasi Pelabuhan Indonesia II atau IPC, Presetyadi. Ia mengatakan, pelabuhan ekonomi akan dijadikan pelabuhan terintegrasi dengan KEK, serta infrastruktur strategis yang tengah didorong Pemprov Bengkulu.

Khusus untuk pembentukan KEK, katanya masih dalam proses persiapan dan bulan Maret mendatang akan dilaksanakan Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta untuk mematangkan rencana pembentukan kawasan ekonomi tersebut.

Selain itu, berbagai persyaratan yang masih kurang akan dilengkapi. "Target kita semua persyaratan yang diperlukan untuk pembentukan kawasan KEK sudah lengkap, termasuk lahan yang diperlukan sudah disiapkan Pelindo seluas 400 hektare," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mengatakan, pemprov sudah sejak lama mendorong pengembangan pelabuhan Pulau Baai, karena diyakini akan memberikan dampak peningkatan ekonomi daerah ini secara signifikan ke depan.

Demikian pula jika pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, dikembangkan akan berdampak terhadap peningkatan neraca ekspor daerah ini.

"Sekarang kita masih sebagai penyuplai bahan saja, tapi kalau bahan tersebut dikelola di Bengkulu dan selanjutnya diekspor langsung dari pelabuhan Pulau Baai, maka dipastikan ekonomi daerah ini akan meningkat secara signifikan dari yang dicapai selama ini," ujarnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon