Balita dan Ibu Korban Pembunuhan sang Ayah di Blitar Dimakamkan Satu Liang

Senin, 18 Februari 2019 | 06:53 WIB
AS
IC
Penulis: Aries Sudiono | Editor: CAH
Ilustrasi
Ilustrasi (istimewa)

Blitar, Beritasatu.com - Dua jenazah, balita Vika Nadira berusia tujuh bulan beserta ibu kandungnya, Sri Dewi (30) yang keduanya tewas dibunuh suaminya, Nardian (37) di Dusun Sumbermanggis, Desa Sumberurip, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur (Jatim), dimakamkan dalam satu liang lahat di tempat pemakaman umum (TPU) Dusun Sumbermanggis, Minggu (17/2) sore.

Pemakaman kedua jenazah tersebut diwarnai isak tangis keluarga dan kerabat yang mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Sementara Vena (8) anak pertama almarhumah terus menangis dan memanggil nama ibu dan adiknya. "Pemakaman anak dan ibu dalam satu liang lahat merupakan permintaan keluarga dan juga sudah lama menjadi adat di desa tersebut," ujar Sunarto, perangkat Desa Sumberurip ketika mendampingi Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha Minggu malam di Mapolres Blitar.

Kapolres Blitar menjawab pertanyaan wartawan mengatakan, menurut hasil pemeriksaan sementara tersangka pelaku pembunuhan keji tersebut nekad menghabisi isteri dan anak balitanya karena kalap. Nardian sudah beberapa kali dituduh isterinya memiliki wanita idaman lain (WIL). Sudah berulang kali pula Nardian membantahnya, namun ketika ia baru saja pulang, Sabtu (16/2) malam, ia kalap ketika isterinya menolak diajak berhubungan intim karena dituding berselingkuh.

Nardian menghabisi nyawa isterinya dengan tusukan bertubi-tubi pisau dapur ke dada isterinya. Karena kalap, ia juga menghabisi nyawa balita yang digendong korban. Tersangka sempat melarikan diri saat melihat istri dan anaknya tewas di tangannya yang
penuh darah.

Namun aparat kepolisian tidak butuh waktu lama untuk meringkusnya setelah menerima laporan dari perangkat desa setempat. Nardi diamankan dan jasad isteri dan anaknya dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar untuk diautopsi.

"Untuk pengakuan sementara tersangka, ia bermata gelap akibat terus-menerus dituduh berselingkuh korban, padahal ia mengaku tidak melakukannya," ujar Kapolsek Doko, AKP Sunardi yang dikonfirmasi terpisah, Senin (18/2) tadi pagi.

Korban ditikam berkali-kali setelah keduanya sempat bertengkar hebat. Nardi yang kalap lantaran dituduh memiliki wanita simpanan
langsung mengambil pisau dapur dan menikam dada istrinya berulangkali yang menggendong balitanya.

"Balitanya ikut jadi sasaran karena menangis," ujar AKP Sunardi sambil membenarkan, pihaknya menyita barang bukti pisau dapur, linggis dan sebatang kayu sepanjang satu meter yang dipergunakan tersangka menghabisi isteri dan anaknya. Selain itu pihaknya juga membawa barang bukti pakaian korban dan selendang yang dipakai menggendong balitanya yang penuh darah. Nardi berhasil ditangkap petugas Polsek Doko selang tiga jam dari peristiwa menggegerkan itu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon