Ketum PKPI Sebut Prabowo Tak Nyambung dengan Isu Revolusi Industri 4.0
Senin, 18 Februari 2019 | 13:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono menyatakan sejumlah pernyataan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, tak nyambung dengan tema debat dalam Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, (18/2/2019), Diaz Hendropriyono menyebutkan beberapa pernyataan Prabowo Subianto seperti mengurai mimpi dan tidak nyambung dengan substansi tema yang telah disiapkan panelis yang ditunjuk oleh KPU.
"Capres Prabowo enggak nyambung ketika bicara mengenai isu revolusi industri 4.0 dan menunjukkan ketidakmengertiannya akan isu tersebut dengan membelokkannya ke impor makanan dan kesejahteraan petani," kata Diaz Hendropriyono.
Menurut Diaz Hendropriyono, Prabowo Subianto tidak memahami isu revolusi industri 4.0.
Sebaliknya, capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), memberikan peta jalan yang jelas, bahkan menghubungkan teknologi dengan akses permodalan dan juga perluasan akses bagi para petani. Kompleksitas permasalahan revolusi industri 4.0 dijawab oleh Jokowi dengan lugas dan tegas.
Demikian juga dengan substansi pertanyaan unicorn yang diajukan Jokowi. Diaz Hendropriyono menilai capres Prabowo Subianto perlu belajar lagi mengenai tren dunia yang semakin berubah ke arah digital, baik internet of things (IoT), ekonomi digital, artificial intelligence (AI), maupun robotik.
Sebaliknya, Jokowi mengerti dan memahami bahwa telah dan terus akan terjadi perubahan paradigma industri secara revolusioner, sehingga diperlukan energi inovatif dari industri digital yang diperoleh dari berbagai kebijakan serta visi dan misinya.
Diaz Hendropriyono juga mengkritisi pernyataan penutup Prabowo Subianto dalam debat tersebut. "Kok malah nawarin tanah? Mau jadi presiden apa makelar tanah? Penguasaan tanah secara masif oleh Prabowo itu menunjukkan bahwa memang oligarki masih sangat kuat di Indonesia," kata Diaz Hendropriyono.
Jokowi, lanjut Diaz Hendropriyono, menawarkan solusi dengan melakukan reformasi agraria secara komprehensif dengan melakukan perhutanan sosial dan pembagian sertifikat tanah secara adil kepada publik, bukan lagi kepada korporasi besar semata-mata.
"Secara umum, Prabowo Subianto terlihat tidak siap dalam debat kali ini dan cenderung gampang menyerah dengan tidak memanfaatkan waktu yang diberikan, serta lebih banyak mendukung kebijakan pemerintah. Banyak juga pemikirannya yang ternyata sudah dilakukan oleh pemerintah, seperti pembentukan BUMN bidang perikanan," tutup Diaz Hendropriyono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




