Moeldoko Jawab Isu TNI Masuk Sipil dan Kembalinya Dwifungsi
Rabu, 20 Februari 2019 | 10:30 WIBJakarta, Beritasatu.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab adanya isu TNI yang disinyalir banyak masuk ke institusi sipil. Selain itu juga terkait dwifungsi, menyusul penambahan 60 pos jabatan untuk perwira tinggi (pati) di TNI.
"Ada ketakutan jangan-jangan TNI nanti masuk ke dwifungsi lagi. Menurut saya tidak," kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (19/2). Moeldoko menjelaskan, ketika TNI direformasi, struktur mengalami perubahan.
Bidang sosial politik (sospol) dihapus. "Kalau itu (sospol) tidak dibuang, maka fungsi-fungsi dwifungsi akan berjalan," ujar Moeldoko seraya menyebut doktrin TNI kini hanya untuk pertahanan keamanan. "Tidak ada lagi itu perang-perang sosial-politik," ucap Moeldoko.
Moeldoko menuturkan, keberadaan beberapa prajurit TNI di kementerian/ lembaga bukan kehendak TNI. Moeldoko juga menekankan mengenai efektivitas. Mantan panglima TNI tersebut menjelaskan, Babinsa masih ada yang aktif dalam hal pertanian.
"Masih ada tentara yang menjalankan pengamanan meskipun yang sifatnya BKO (perbantuan) di kereta api, masih ada lagi TNI yang bertugas di bandara-bandara, sesungguhnya tidak bersifat permanen, itu hanya pertimbangan efektivitas," kata Moeldoko.
Menurut Moeldoko, prajurit TNI tidak bisa berlama-lama di suatu institusi. Sebab, bentuknya hanya penugasan. "Seharusnya kan segera diperbaiki organisasi itu, oleh yang memegang kekuasaan di situ. Jangan TNI lama-lama di situ," demikian Moeldoko.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




