BPN Usul Segmen Saling Tanya Antarkandidat Diperbanyak
Rabu, 20 Februari 2019 | 12:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Mursyidan Baldan mengusulkan, pada debat calon presiden (capres) berikutnya diberi kesempatan lebih banyak kepada kedua pasangan calon untuk saling bertanya. Karena itu, pertanyaan-pertanyaan dari panelis sebaiknya cukup pada segmen kedua.
"Kita ingin usulkan nanti biar pertanyaan yang dirumuskan panelis itu adalah pada sesi (segmen) kedua saja," ujar Ferry Mursyidan Baldan di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (20/2/2019).
Menurut Ferry Mursyidan Baldan, saling bertanya antarkandidat dimaksud agar debat bisa lebih dinamis dan eksploratif. Karena itu, ia mengusulkan agar saling bertanya antarkandidat ini diberikan tiga segmen debat, yakni segmen ketiga, keempat, dan kelima.
"Sesi (segmen) tiga sampai empat dan lima itu, menurut saya, eksploratif kandidat. Biarlah mereka bertanya tanpa membacakan pertanyaan, biar mereka menyampaikan pertanyaan dari sana akan mengarah kepada eksploratif," ungkap Ferry Mursyidan Baldan yang juga pernah menjadi menteri Joko Widodo (Jokowi) itu.
Format debat yang diusulkan BPN, lanjut Ferry Mursyidan Baldan, adalah segmen pertama,merupakan pemaparan visi dan misi kandidat. Sementara segmen kedua pertanyaan dari panelis, dan segmen ketiga hingga kelima merupakan segmen saling bertanya dan menanggapi antara kandidat. Segmen keenam, adalah segmen panyampaian kalimat pamungkas dari masing-masing kandidat.
Format ini sedikit berbeda dengan format debat selama ini karena segmen pertanyaan dari panelis lebih banyak, yakni dari segmen dua hingga empat. Sementara pertanyaan antarkandidat hanya satu segmen, yakni segmen kelima.
Ferry Mursyidan Baldan yang juga mantan politisi Partai Golkar mengatakan, BPN mengusul format debat demikian agar debatnya semakin berkualitas dan tidak terkesan menjadi seperti cerdas cermat. Ferry juga yakin para kandidat pasti akan tetap dalam koridor ketika segmen saling bertanya diperbanyak.
"Sang kandidat tentu akan hati-hati dalam kalimat bertanya. Saya kira akan jauh lebih dinamis, karena menurut saya, kita harus tetap pada garis untuk tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas forum debat. Jadi kalau cuma sekedar ada, makanya sempat ada yang ngomong kaya cerdas cermat. Meskipun kita sadari bahwa tradisi berdebat di muka publik itu juga bukan sesuatu yang familiar," pungkas Ferry Mursyidan Baldan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




