Doa Neno Warisman Bentuk Provokasi dan Meresahkan

Minggu, 24 Februari 2019 | 17:07 WIB
YS
YD
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: YUD
Jemaah Munajat 212 melaksanakan salat Magrib di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Jemaah Munajat 212 melaksanakan salat Magrib di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019). (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Doa Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandi, Neno Warisman pada saat acara Munajat 212, Kamis (21/2/2019) di Monas,  dinilai sebagai salah satu bentuk provokasi di mana isinya cukup meresahkan.

Ketua Umum Arus Baru Indonesia (Arbi) Lukmanul Hakim menilai, doa yang disampaikan Neno tersebut sangat berbahaya karena juga membawa-bawa perang badar dan menganggap rendah kelompok lain. Dari doa yang disampaikan, lagi-lagi membuktikan kelompok mana yang kerap membawa isu agama demi kepentingan kekuasaan.

"Ini berbahaya. Masa KH Maruf Amin dianggap kafir karena bukan bagian dari kelompoknya. Padahal pak Kyai seorang ulama besar," kata Lukmanul Hakim, Minggu (24/2) di Jakarta.

Menurutnya, doa yang diambil dan mengangkat perang badar tersebut juga sangat tidak pas karena mengkotak-kotakan. Terutama bagi yang bukan bagian dari kelompoknya juga dianggap kafir.

Menurutnya perang badar adalah perang antara kaum muslimin dan kafir Quraisy. Dengan membacakan doa itu Neno menyamakan kalau paslon 01 adalah kaum kafir Quraisy.

Dirinya mencurigai pembacaan doa tersebut sudah dipesan dan dipersiapkan pihak tertentu. Mustahil kalau Neno melakukan improvisasi tanpa adanya persetujuan dari tim kampanye. Doa tersebut membuktikan kalau Neno anggap pilpres 2019 sebagai perang badar. Padahal, pilpres hanya kontestasi pesta demokrasi lima tahunan.

Seperti diketahui doa Neno Warisman saat munajat 212 terus menuai kontroversi. Pasalnya doa yang diambil saat perang Badar tersebut dianggap mendeskreditkan pasangan 01.

Dalam potongan doa melalui video yang tersebar di tengah masyarakat, Neno Warisman menyebut kalimat "Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami dan tak menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu." 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon