Soal Doa, Habib Sholeh Harap Neno Warisman Minta Maaf
Minggu, 24 Februari 2019 | 18:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Tim Kampanye Maruf Amin, Habib Sholeh Al Muhdar berharap Neno Warisman serta tim Prabowo-Sandi meminta maaf kepada publik. Praktik menjual agama demi kepentingan politik sebaiknya dihentikan.
"Neno dan tim Prabowo-Sandi sebaiknya segera minta maaf pada masyarakat atas ceramah-ceramahnya yang melenceng, menyesatkan, dan mencoreng wajah Islam. Sudahilah praktik ‘menjual’ agama, semoga kita semua mendapat hidayah dan ampunan Allah SWT," kata Sholeh.
Hal itu disampaikan Sholeh dalam keterangannya sebagaimana diterima Beritasatu.com, Minggu (24/2/2019). Sholeh menyoroti puisi Neno dalam acara Munajat 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Menurut Sholeh, bermunajat adalah berdoa sepenuh hati, suci, berendah hati, dan indah. Sebab di dalamnya ada pengharapan keridaan, ampunan, bantuan, dan hidayat dari Allah SWT. Tetapi doa yang diucapkan Neno Warisman, ujar Sholeh, tidak menggambarkan suatu pengharapan, dan justru mengancam Allah SWT.
"Kami sangat menyesalkan doa yang mengancam Allah SWT. Tim Prabowo-Sandi harus bertanggung jawab. Cara-cara yang dipakai Neno Warisman menodai Islam. Saya melihat bahwa itulah karakter dukungan HTI yang berada di belakang Prabowo-Sandi," tegas Sholeh.
Sholeh menyatakan, dirinya secara pribadi maupun sebagai garis keturunan Rasullulah Muhammad SAW, tidak terima dengan doa Neno Warisman yang kini ramai diperbincangkan publik. Sholeh menyatakan, dirinya sudah cukup lama belajar agama di pondok pesantren, tetapi belum pernah mendengar doa seperti diucap Neno Warisman.
"Saya juga tak bisa menemukan dalil yang tepat untuk membenarkan doa Neno. Apa yang dilakukan Neno adalah penghinaan terhadap Islam. Allah tidak bisa diancam-ancam. Jangan hanya karena dukung Prabowo-Sandi lalu halalkan segala cara," ucap Sholeh.
Sholeh menuturkan, Neno Warisman menyematkan sebutan Ustazah di depan namanya. Status ini membuatnya berceramah di banyak tempat. "Tetapi saya sebagai Habib, tidak bisa membayangkan akan seperti apa jemaah yang ikut dan rutin mendengarkan ceramah dan doa provokatif dari seorang penceramah seperti Neno Warisman," kata Sholeh.
Sholeh menyebut, "Bagaimana mungkin seseorang yang disebut ustazah mengancam Allah SWT dalam doanya. Apalagi konteksnya adalah urusan politik, teriris hati ini melihat ada penceramah yang ‘menjual’ Islam dan Allah SWT hanya demi hasrat berkuasa."
Sholeh mengungkap, Neno juga pernah menyampaikan ceramah yang kontroversial. Neno meminta pendukung Prabowo-Sandi menyumbangkan hartanya untuk operasional memenangkan pasangan capres tersebut.
"Neno menyebut menyumbang untuk Prabowo-Sandi adalah jihad dan akan mendapat imbalan masuk surga. Ceramah ini jelas menyesatkan dan penghinaan pada Islam," tegas Sholeh.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




