Doa Neno Warisma, Zuhairi Misrawi: Campuradukkan Agama dan Politik

Minggu, 24 Februari 2019 | 19:21 WIB
CP
AO
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: AO
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Zuhairi Misrawi di Jakarta, Sabtu (12/1)
Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Zuhairi Misrawi di Jakarta, Sabtu (12/1) (BeritaSatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com - Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi menanggapi polemik di masyarakat terkait puisi dan doa Neno Warisman dalam acara Malam Munajat 212. Bagi Zuhairi Misrawi atau yang akrab dipanggil Gus Mis, puisi Neno Warisman itu upaya mencampuradukkan masalah agama ke dalam politik.

"Puisi Neno Warisman yang dibacakan dalam acara Malam Munajat 212 banyak mendapatkan respons dan kritik dari umat Islam, karena isi puisi tersebut telah membawa agama ke dalam ranah politik dan dapat memecah belah umat Islam dari polarisasi politik yang semakin tajam," kata Zuhairi Misrawi dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (24/2).

Zuhairi Misrawi yang juga Ketua Bidang Hubungan Antaragama Baitul Muslimin Indonesia itu mengatakan, dari sisi sejarah Islam, puisi Neno Warisan sangat berbahaya dan berpotensi menjadi petaka. Gus Mis menjelaskan, hal serupa pernah dilakukan oleh kaum Khawarij di masa lalu, karena mengatasnamakan Allah untuk sekadar memuaskan nafsu politik.

Gus Mis menyatakan, semua makhluk akan menyembah Allah, karena fitrah manusia begitu dekat dengan Tuhannya. "Maka dari itu, hindarilah cara-cara mempolitisasi Allah ala kaum Khawarij, karena Allah adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang," ujar Zuhairi Misrawi.

Gus Mis menuturkan, seharusnya perhelatan politik lima tahunan diisi dengan adu program, argumentasi, dan gagasan. Bukan sebaliknya, kata Zuhairi Misrawi, politik jangan hanya memperluas friksi dan polarisasi dengan membawa-bawa agama.

"Mayoritas muslim di Indonesia adalah mereka yang beragama secara moderat dan toleran. Mereka paham betul antara domain ibadah dan domain politik. Sejatinya ibadah kita kepada Allah (hablum minallah) justru untuk memperkuat persaudaraan (hablum minannas). Puisi Neno Warisman jelas sangat berbahaya, karena merusak hablum minallah sekaligus hablum minannas," tegas Zuhairi Misrawi yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Sebelumnya, puisi Neno Warisman yang dibacakan saat acara Malam Munajat 212 di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (21/2), menuai kontroversi. Masyarakat menilai, puisi Neno telah mendahului ketentuan Tuhan, karena menghakimi keagamaan seseorang.

Salah satu bait puisi Neno Warisman itu berbunyi "Jangan jangan Engkau tinggalkan kami dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, Kami khawatir ya Allah, Kami khawatir ya Allah, Tak ada lagi yang menyembah-Mu". Kata-kata itu dianggap menyiratkan seolah-olah pada pihak pasangan capres-cawapres 01 tidak ada yang beragama.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon