Soal Polemik Kivlan dan Wiranto, Ini Kata Aktivis 98
Kamis, 28 Februari 2019 | 13:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polemik sumpah pocong yang diutarakan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto kepada mantan Kepala Staf Kostrad, Kivlan Zen merupakan bentuk keberanian untuk membuat terang peristiwa 1998 agar segera dituntaskan. Sebelumnya, Kivlan Zen menuduh Wiranto menjadi dalang kerusuhan pada Mei 1998
"Sumpah pocong ini kan tradisi dan norma-norma di negeri ini," kata mantan aktivis 98, Taufan Hunneman dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Kamis (28/2/2019).
Taufan Hunneman mengungkapkan, sumpah pocong biasanya dilakukan untuk memutuskan perkara atau fitnah yang dilontarkan oleh seseorang karena perkara itu biasanya minim pembuktian. "Dengan sumpah pocong diharapkan akan ada kebenaran hakiki, jika tidak maka akan mendapat laknat Tuhan", ujar mantan aktivis 98 dari Komite Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) ini.
Taufan Hunneman mengatakan, sumpah pocong dan sumpah prajurit yang diperdebatkan merupakan dua dimensi yang berbeda. Sumpah prajurit lebih menekankan pada kesetiaan kepada bentuk negara, ideologi dan konstitusi.
Taufan Hunneman menengarai bahwa situasi yang berkembang saat itu merupakan skenario besar yang didalangi aktor intelektual yang ingin meraih keuntungan politik. "Selalu terjadi upaya pengambilalihan dengan skenario memojokkan orang kuat dan menyingkirkan orang kuat di tubuh militer, dalam hal ini panglima ABRI yang saat itu dijabat oleh Jenderal Wiranto," ungkap Taufan.
Taufan Hunneman yang juga saksi sejarah sebagai aktivis mahasiswa saat itu melihat bahwa peristiwa 1998 merupakan rangkaian cerita yang tidak putus, dari teror terhadap mahasiswa, penculikan aktivis, hingga peristiwa kerusuhan Mei 98 yang bernuansa rasialis.
Taufan menyimpulkan berdasar pada asas hukum, maka peristiwa 1998 dengan produk hukumnya adalah Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub) dengan memberhentikan Prabowo Subianto itu harusnya menjadi dasar pijakan siapa yang bertanggung jawab atas rangkaian peristiwa itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




