Aliansi Anak Bangsa Bakal Gelar Doa dan Ikrar Kebangsaan
Kamis, 28 Februari 2019 | 16:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Aliansi Anak Bangsa untuk Indonesia (AABI) bersama sejumlah tokoh bangsa bakal menggelar doa dan ikrar Kebangsaan di Silang Monas, Jakarta, Minggu (24/3/2019) mendatang. Kegiatan ini digelar untuk membendung keretakan dan perpecahan bangsa yang kian terasa akibat kepentingan politik.
"Aliansi Anak Bangsa bersama para tokoh bangsa yang memiliki integritas dan komitmen kebangsaan serta didukung seluruh pemangku kepentingan yang peduli pada bangsa Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan 'Doa dan Ikrar Anak Bangsa untuk Indonesia'. Insyaallah kita akan berkumpul pada 24 Maret di Monas. Untuk deklarasikan kebangsaan kita supaya utuh, rukun, dan damai kembali," kata inisiator utama AABI, Ngatawi Al-Zastrow, dalam konferensi pers di Aula Panti Trisula Perwari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).
Dikatakan Sastro, sapaan Ngatawi Al-Zastrow mengatakan, fitnah, hoax caci maki dan ujaran kebencian yang semakin masif di masyarakat dikhawatirkan akan menghancurkan rasa persaudaraan dan persatuan antar sesama warga bangsa yang bisa mengancam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sastro menuturkan, saat ini masyarakat semakin dibatasi oleh benteng yang tak kasat mata tapi sangat terasa. Semakin lama tembok atau benteng pemisah tersebut semakin tebal dan hanya mengerucut pada dua titik saja. Untuk itu, AABI bersama sejumlah tokoh bangsa yang memiliki perhatian yang sama ingin membangun arus baru kebangsaan agar bangsa ini dapat keluar dari perpecahan.
"Kita ingin buat arus baru kebangsaan yang betul-betul bisa keluar dari jebakan-jebakan segresi sosial politik yang sekarang ini terjadi dalam perasaan atau imajinasi anak bangsa. Bangsa kita jadi fragile. Mudah pecah, retak dan tersinggung," ungkap Sastro.
Sastro menuturkan, kegiatan pada 24 Maret akan dimulai sejak pagi. Para peserta yang berasal dari beragam etnis, budaya, suku, agama dan lainnya berkumpul di Silang Monas. Panggung yang disediakan akan diisi dengan lagu-lagu rohani. Selanjutnya, tepat pukul 07.30 WIB, para peserta akan melakukan parade kebudayaan
"Parade kebudayaan dari berbagai macam lintas etnis, suku, agama ini akan menampilkan Ekspresi kebudayaan masing-masing yang cerminkan keberagaman Nusantara. Bahwa Indonesia ini tamansari. Kita tidak berhak mengubah mawar menjadi melati, mengubah kenanga menjadi kamboja. Karena itu tugas tuhan. Tugas kita menjaga agar mawar dan melati ini nisa tumbuh berdampingan secara indah dan berkembang sebanyaknya supaya keindahannya bisa kita nikmati sama-sama," ungkap Sastro.
Setelah parade kebudayaan, para tokoh yang hadir akan memberikan pesan atau tausyiah kebangsaan dan diselingi puisi-puisi dari Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus. Selanjutnya, para peserta berdoa bersama secara bergantian.
"Mendoakan umat ini. Mendoakan bangsa ini dan negeri ini supaya selamat sentosa. Setelah doa, semuanya baca ikrar kebangsaan. Mengukuhkan kembali komitmen kebangsaan sebagai warga Bangsa, sebagai anak bangsa," kata Sastro.
Disinggung mengenai estimasi jumlah peserta yang hadir, Sastro mengatakan, jumlah peserta tak lebih dari 1 juta orang. Pasalnya, peserta sebanyak 500.000 hingga 700.000 orang sudah memadati area sekitar Silang Monas.
"Kalau massa, saya yakin warga lebih banyak yang cinta pada bangsa dan negara Republik Indonesia, tetapi kita tidak akan menargetkan massa banyak-banyak, paling 500.000 hingga 700.000 orang cukup sebagai representasi bangsa Indonesia," tandas Sastro.
Dalam kesempatan ini, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, ikut mendukung kegiatan yang diinisiasi AABI.
Buya Syafii, sapaan Syafii Maarif menegaskan, sudah terlalu banyak ujaran kebencian, fitnah, dan sebagainya yang dilontarkan oleh politikus. Untuk itu, Buya Syafii yang didapuk menjadi Penasihat AABI, mengajak seluruh elemen bangsa yang memiliki kepedulian atas nasib bangsa Indonesia ke depan bergerak dan meneguhkan komitmen kebangsaan Indonesia.
"Saya harap anda yang sudah punya jaringan datang pada 24 Maret di Monas untuk bersama-sama untuk menyampaikan seruan kita. Kalau kita diam. Orang yang waras diam. Nanti yang memimpin negara orang yang tidak waras," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




