Hari Ketujuh Tambang Longsor, Evakuasi Korban Diteruskan

Senin, 4 Maret 2019 | 21:26 WIB
AH
B
Penulis: Aichi Halik | Editor: B1
Petugas SAR gabungan tengah melakukan evakuasi korban longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.
Petugas SAR gabungan tengah melakukan evakuasi korban longsor di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. (Istimewa)

Bolmong, Beritasatu.com - Memasuki hari ketujuh tim SAR gabungan terus melanjutkan evakuasi korban yang tertimbun material longsoran tambang emas ilegal di Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara.

Kerja keras terus dilakukan tim SAR gabungan untuk menyingkirkan material longsoran guna mengevakuasi puluhan korban yang masih tertimbun di dalam tambang.

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama mengatakan tim SAR gabungan sejak kemarin mengerahkan alat berat untuk memghancurkan bebatuan yang menggantung dan menutup tambang.

"Kemarin kita belum bisa melihat lubang ada di mana, namun di hari ketujuh ini sudah terlihat lebih terang, dan kita sudah bisa turun 4 meter dari posisi kemarin," kata Budi di lokasi tambang emas, Bolaang Mongondow, Senin (4/3/2019).

Awalnya, evakuasi korban akan dilakukan setelah mengeluarkan material batu yang menutupi pintu utama lubang, namun diurungkan karena kondisi tanah labil dan mudah longsor.

Alternatif yang dilakukan adalah alat berat menggali lobang di bagian atas bukit sebagai pintu akses tim SAR gabungan melakukan evakuasi.

Budi mengatakan, tim SAR gabungan terus berusaha untuk bisa mengevakuasi korban yang tertimbun karena ini merupakan kewajiban pemerintah. Namun, tentunya masih ada banyak keterbatasan dikarenakan kondisi alam yang tidak bisa dilawan.

"Alat yang tersedia dari 20 ton diganti menjadi 40 ton tentu itu dengan resiko yang tinggi. Kemarin Kabasarnas berulang kali menekankan untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja, jangan nanti kita yang kerja menjadi korban", tegas Budi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon