Elektabilitas Paslon Cenderung Stagnan Hingga Akhir Kampanye
Rabu, 13 Maret 2019 | 21:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pakar politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsuddin Haris menilai, elektabilitas capres-cawapres pemilu 2019 takkan banyak berubah hingga hari H pencoblosan pada April mendatang.
Hal itu disampaikannya saat menanggapi hasil survei Konsep Indonesia (Konsepindo) yang dirilis di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Riset lembaga itu menemukan bahwa Jokowi-Ma'ruf menang 54,8 persen melawan Prabowo-Sandi di angka 34,1 persen, dengan undecided voters di angka sekitar 11 persen.
Kata Syamsuddin, hasil survei Konsepindo itu hampir sama dengan hasil survei sejumlah lembaga lainnya. Termasuk juga hasil survei LIPI sendiri. Semuanya menemukan Jokowi-Ma'ruf akan menang dan rentang angkanya tak jauh berbeda.
Baginya, hal ini menunjukkan bahwa pada sisa waktu 30 hari lebih ke depan hingga masa pencoblosan, situasi takkan berubah jauh.
"Bahwa debat capres-cawapres takkan banyak mengubah peta elektabilitas secaa signifikan. Begitupun rapat umum yang dimulai pada minggu depan, diduga takkan banyak ubah peta elektabilitas paslon," kata Syamsudin Haris yang hadir di acara itu sebagai penanggap.
"Jadi pola pilihan pemilih kita sudah terbentuk sedemikian rupa sehingga sulit diubah," tukasnya.
Walau demikian, dia meminta para anggota timses masing-masing paslon tak berkecil hati dan tak langsung berhenti bekerja. Sebab kecenderungan hasil survei akan absah bila dilihat dalam konteks survei dilakukan. Bisa saja terjadi perubahan yang tergantung pada kerja tim pemenangan.
"Jadi di sisa waktu harus bisa memanfaatkan secara cerdas. Dalam artian. Jangan hanya saling menjatuhkan dan memfitnah. Publik jenuh," kata Syamsudin Haris.
Hal lainnya yang dia tanggapi adalah hasil temuan survei bahwa 42,1 persen responden berpendidikan minimal Strata 1 memilih Prabowo-Sandi. Hanya 35,9 persen yang memilih Jokowi-Ma'ruf. Sebaliknya, Jokowi-Ma'ruf justru lebih banyak dipilih oleh responden berpendidikan SLTA ke bawah.
"Dan level pekerjaan seperti nelayan dan petani. Survei kami di LIPI juga kurang lebih sama hasilnya," imbuhnya.
Yang jelas, Syamsudin melihat pola yang sama di sejumlah hasil survei tersebut. Bahwa elektabilitas Jokowi didukung oleh kepuasan atas kinerjanya sebagai presiden. Rata-rata hasil survei menunjukkan kepuasan di angka sekitar 65 persen.
"Satu yang mengejutkan, selama ini asumsinya warga Muhammadiyah ke Prabowo-Sandi. Ternyata ini ke Jokowi-Ma'ruf. Sebaliknya Nahdliyin yang diasumsikan ke Jokowi-Amin, ternyata belum dominan. Artinya masih ada peluang bagu Prabowo-Sandi mencari simpati warga Nahdliyin," bebernya.
Hasil survei Konsepindo menemukan bahwa 52,2 persen warga Nahdliyin mendukung Jokowi-Amin, berbanding 38,8 persen mendukung Prabowo-Sandi. Sementara 46,2 persen warga Muhammadiyah memilih Jokowi-Amin berbanding 31,3 persen mendukung Prabowo-Sandi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




