Jago Merakit Bom, Abu Hamzah Siapkan Bom Tanam-Bakar

Kamis, 14 Maret 2019 | 15:47 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Sebelum meledakkan diri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, sempat bernegosiasi alot dengan polisi.
Sebelum meledakkan diri, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara, sempat bernegosiasi alot dengan polisi.

Jakarta, Beritasatu.com - Kemampuan Husain alias Abu Hamzah (30) dalam merakit bom tak diragukan lagi. Dia mampu membuat bom ranjau yang sempat meledak di halaman rumahnya di Jalan Cendrawasih pada Selasa (12/3/2019).

"Bom itu salah satunya melukai anggota kita pada saat melakukan upaya paksa masuk ke dalam. Itu (salah satu) dari empat bom tanam. Di dalam rumahnya ternyata juga ada kontainer-kontainer yang sudah siap meledak. Itu sudah berhasil diamankan. Semuanya bom rakitan," kata Karo Penmas Polri Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (14/3/2019).

Sehingga pada Selasa, bom meledak kemudian kembali meledak pada Rabu (14/3/2019) dini hari sekitar pukul 01.20 WIB, anggota belum berani masuk karena ada rangkaian bom lain yang mungkin bisa meledak. Ternyata benar.

"Ternyata beberapa menit setelah kejadian ledakan pertama bom meledak lagi. Dia pake bom bakar dengan menggunakan casing tabung elpiji yang melon. Itu memiliki daya bakar. Oleh karena itu setelah ledakan ke dua rumah AH itu terbakar termasuk sekeliling rumahnya dan dilakukan pemadaman," lanjutnya.

Bom ranjau itu ditanam di depan, samping, dan belakang. Mereka bersiap menghadapi polisi setelah rekan mereka berinisial R ditangkap di Lampung beberapa hari sebelumnya. Mereka sudah yakin pasti akan terendus oleh karenanya mereka mempersiapkan diri.

"Ini cukup ahli. Sangat banyak ternyata jenis bom yang sudah berhasil dirakit saudara AH. Dia terlibat selama 6 tahun terakhir berdasar keterangan dari orang tuanya. Dia aktif di beberapa kelompok mulai jaringan Lampung dan Sibolga. Dia ini jaringan JAD yang terafiliasi dengan ISIS," lanjutnya.

Sasaran mereka amaliyah terhadap markas maupun aparat keamanan. Alasannya karena aparat keamanan intens melakukan penegakan hukum terhadap kelompok mereka. Polisi menurut mereka wajib diperangi karena kelompok toghut.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon