M Qodari: Penunjukan Suharso Monoarfa sebagai Plt Sudah Tepat

Minggu, 17 Maret 2019 | 17:48 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati (tengah) memberikan keterangan pers terkait hasil rapat pengurus harian di kantor DPP PPP, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019.
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum PPP Reni Marlinawati (tengah) memberikan keterangan pers terkait hasil rapat pengurus harian di kantor DPP PPP, Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai penunjukan Suharso Monoarfa sebagai pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan sudah tepat. "Hemat saya tepat sekali karena beliau tokoh senior PPP yang dihormati internal," ujar Qodari kepada wartawan, Minggu (17/3/2019).

Suharso Monoarfa menjadi Plt Ketua Umum PPP menggantikan ketua umum sebelumnya, Romahurmuziy, yang ditetapkan sebagai tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Romy resmi diberhentikan sebagai Ketua Umum PPP dalam rapat pengurus harian DPP PPP. Rapat harian tersebut turut dihadiri pimpinan majelis.

Selain diberhentikan, Romy juga telah memberikan surat pengunduran diri sebagai ketua umum. Ia terjerat kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama baik di pusat maupun daerah. Romy tertangkap tangan oleh KPK pada Jumat kemarin.

Qodari mengatakan, sosok Suharso, selain dihormati, juga memiliki relasi dan komunikasi yang luas dan bagus dengan pihak di luar partai. Kendati begitu, mengenai peluang PPP memenuhi ambang batas parlemen akan tergantung pada strategi yang dilakukan.

"Selain konsolidasi internal juga diperlukan gebrakan komunikasi politik baru untuk meng-counter efek negatif yang mungkin timbul akibat Romy tersangka," ujarnya.

Menurut Qodari, kasus Romy yang terseret kasus suap ini akan mempengaruhi citra partai politik ketimbang citra para calon legislatif. Pasalnya, suara PPP merupakan hasil kombinasi citra parpol dan caleg.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon