Soal Ten Years Challenges, TKN: Sandi Boleh Muda, tetapi Kiai Ma'ruf Berpikir 10 Tahun Lebih Maju
Minggu, 17 Maret 2019 | 22:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Cawapres nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin, berkali-kali menyebut kata ten years challenges dalam debat ketiga Pilpres 2019. Menurut Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto, hal itu membuktikan bahwa Kiai Ma'ruf bersama Jokowi berpikiran lebih maju dan visioner.
"Sandi boleh saja lebih muda. Namun Kiai Ma'ruf Amin lebih visioner sehingga selalu berusaha menjawab ten years challenges, menjawab tantangan 10 tahun ke depan," kata Hasto Kristiyanto di Rumah Aspirasi di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/3/2019).
Sebagai contoh, kata Hasto, Kiai Ma'ruf bicara isu ketenagakerjaan dengan mengangkat pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja yang dimulai dari pendidikan, pelatihan, serta kerjasama dan kolaborasi dengan industri.
Kiai Ma'ruf juga bicara pentingnya meluruskan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dengan paradigma baru untuk menarik kemaslahatan dan menolak kerusakan benar-benar menyentuh hati para pekerja Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.
"Kiai Maruf Amin dengan nuraninya berbicara dengan kebaikan untuk umat, penuh kejujuran dan inilah yang menjadi sisi keunggulan KH Maruf Amin, yakni dasar-dasar terhadap pemahaman kemanusiaan," kata Hasto.
Demikian halnya dalam isu kebudayaan, Hasto mengatakan Kiai Ma'ruf menampilkan pemahaman terhadap pentingnya opera house, budaya digital yang di saat bersamaan harus berakar pada kebudayaan bangsa.
Dengan tampilan gagasan yang lebih maju, rakyat melihat bahwa boleh jadi Sandiaga Uno lebih muda. Namun KH Maruf Amin jauh lebih visioner, membawa program kongkret dan menjawab kebutuhan.
"Menjadi pemimpin nasional memerlukan kematangan lahir batin. Kedewasaan alam pikir yang digerakkan oleh suara hati pemimpin. Kearifan Kiai Maruf menjadi daya unggul yang menyebabkan apa yang disampaikan penuh dengan kejujuran dan sebagai saripati suara umat," beber Hasto.
Hasto mengatakan, Keseluruhan tampilan debat akhirnya membawa diferensiasi Kiai Maruf sebagai sosok berpengalaman dan penuh dengan kebijaksanaan.
"Sebaliknya Sandi tampil dalam kemudaan secara fisik, namun gagal mengelaborasi visi misi," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




