Hasto Sebut Jokowi-Ma'ruf Tawarkan Program Realistis, Sandiaga Ceritakan Program Usang

Minggu, 17 Maret 2019 | 23:25 WIB
CP
WM
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: WM
Calon wakil presiden nomor urut 01, H Ma'ruf Amin menyampaikan pandangannya dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019.
Calon wakil presiden nomor urut 01, H Ma'ruf Amin menyampaikan pandangannya dalam debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Maret 2019. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Penampilan calon wakil presiden (cawapres) 01 KH Ma'ruf Amin dalam debat III Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) layak diapresiasi. Pemaparan mengenai tema debat oleh Ma'ruf, menyatu dengan progam-program yang dijalankan oleh Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

"KH Ma'ruf Amin sangat berdisiplin. 4 menit awal visi misi penuh gagasan membumi, menjawab persoalan rakyat melalui Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan Kartu Pra Kerja," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Minggu (17/3/2019).

Hal berbeda, menurut Hasto, terjadi pada lawan debat Ma'ruf, cawapres 02 Sandiaga Uno. "Cawapres 02 lebih menampilkan gagasan pribadi dengan program usang yang telah gagal diterapkan di DKI Jakarta, yakni OKE-OCE," ujar Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf tersebut.

Hasto mengingatkan publik bahwa Indonesia tidak boleh memiliki wakil presiden yang visi-misinya tidak seirama dengan presiden. Hasto pun menyatakan, konsistensi KH Ma'ruf Amin yang menjabarkan program Jokowi, telah memberikan sentuhan Islami sangat pas ditampilkan.

"Semua pemimpin punya tugas menciptakan kemaslahatan bangsa dan melindungi umat, sementara Sandi lebih artificial yang dibungkus oleh pakaian mahal," ucap Hasto.

Hasto menyatakan, gagasan Sandi menawarkan OKE-OCE diterapkan di Indonesia, tak tepat. Sebab, program itu sudah usang, dan tidak mengalami perubahan signifikan di DKI.

"Data menunjukkan, dari target OKE-OCE, sebanyak 40 ribu per tahun, yang mendaftar hanya 1000 atau 2,5 persen dan hanya 150 orang yang dapat modal. Ini adalah cerminan gagalnya program OKE-OCE yang ditawarkan Sandiaga," ucap Hasto.

Menurut Hasto, Sandi juga hanya bisa mengeritik pelayanan BPJS Kesehatan, tanpa memberikan solusi



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon