Ingin "yang Pasti Saja", 10.000 Pengusaha Deklarasi Dukung 01 Malam ini

Kamis, 21 Maret 2019 | 16:40 WIB
MS
B
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: B1
Pengusaha Sofjan Wanandi (ketiga dari kanan) dalam jumpa pers menjelang deklarasi dukungan kepada calon presiden petahana Joko Widodo di Jakarta, Kamis (21/3/2019).
Pengusaha Sofjan Wanandi (ketiga dari kanan) dalam jumpa pers menjelang deklarasi dukungan kepada calon presiden petahana Joko Widodo di Jakarta, Kamis (21/3/2019). (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden petahana Joko Widodo dijadwalkan hadir dalam deklarasi 10.000 pengusaha Indonesia yang akan digelar di Gedung Istora, Senayan, Jakarta, Kamis (21/3/2019) malam ini.

Penyelenggara deklarasi itu adalah Pengusaha Pekerja Pro Jokowi (KerJo) yang dikoordinatori oleh Hariyadi Sukamdani, sedangkan Sofjan Wanandi duduk sebagai Penasihat KerJo. Tokoh penting pengusaha lainnya adalah Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan Roeslani, yang juga menjabat di Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Rencana deklarasi dihadiri Pak Jokowi," kata Sofjan.

Menurut Sofjan, pengusaha yang hadir terdiri dari berbagai lapisan dan sektor usaha -- besar, menengah, kecil, dan startups -- juga dari berbagai latar belakang etnis dan agama.

Mereka bertindak dalam kapasitas sebagai pribadi-pribadi dan tidak mengatasnamakan organisasi dan perusahaan. Para pengusaha yang mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf ini merupakan tokoh dan pimpinan berbagai organisasi pengusaha dan asosiasi dunia usaha.

Ada sejumlah alasan pihaknya mendukung Jokowi-Ma'ruf. Sofjan menjelaskan, dengan segala kelebihan dan kekurangan, Jokowi bagi para pengusaha adalah figur terbaik untuk memimpin Republik ke depan dibanding rivalnya Prabowo Subianto.

"Pengusaha ingin kesinambungan dan kepastian arah politik dan ekonomi kita ke depan. Kami ingin yang pasti-pasti saja. Kalau Pak Jokowi kami sudah tahu track record Beliau," kata Sofjan.

"Satu pertimbangan penting yang lain, kami melihat Jokowi selama ini berani tegas membela Pancasila dan merawat kebinekaan bangsa kita yang besar dan majemuk ini."

Sofjan juga mengatakan dia sepenuhnya setuju apa yang selama ini kerap ditekankan Wakil Presiden Jusuf Kalla di berbagai kesempatan. Bahwa Jokowi itu bukan figur yang otoriter, mau mendengar, dan tidak gebrak-gebrak meja kalau rapat.

"Yang kedua, terbukti anaknya cuma jualan martabak dan pisang goreng, tidak terlibat dalam proyek-proyek besar pemerintah. Ini keteladanan yang luar biasa dan penting sekali bagi semakin berkembangnya iklim usaha yang sehat dan kompetitif di Indonesia," ulasnya.

Koordinator KerJo, Hariyadi Sukamdani, menjelaskan ada lima hal yang ditekankan dalam Deklarasi Pengusaha yang dibacakan para pengusaha di hadapan Jokowi.

Pertama adalah kepemimpinan Presiden Jokowi dinilai penting untuk dilanjutkan untuk menjaga stabilitas politik dan kesinambungan kebijakan ekonomi-politik Indonesia lima tahun ke depan.

Kedua, Presiden Jokowi diyakini telah memperlihatkan sikapnya sebagai pemimpin yang demokratis, tidak otoriter, dan bersedia mendengarkan aspirasi dunia usaha.

Ketiga, Presiden Jokowi beserta keluarga telah memberikan suri tauladan tidak terlibat praktek KKN, sehingga dapat diandalkan untuk mengembangkan iklim usaha yang kompetitif, tidak monopolistik serta tidak bersikap nepotisme.

Keempat, Pesiden Jokowi selama ini terbukti teguh menjaga ideologi Pancasila dari semakin menyebarnya ancaman ideologi ekstrem yang anti keberagaman.

Kelima, Presiden Jokowi telah menunjukkan ketegasan dan keberaniannya dalam mengambil berbagai kebijakn yang tidak populer tetapi strategis untuk pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

"Karena lima pertimbangan itulah, maka kami para pengusaha Indonesia mendeklarasikan sikap untuk mendukung terpilihnya kembali Pak Jokowi sebagai Presiden RI," kata Hariyadi.

Rosan Roeslani menerangkan pengusaha selama ini mencermati berbagai capaian penting pemerintahan Jokowi di sektor ekonomi. Dia lalu menjelaskan berbagai parameter soal capaian ekonomi, angka pengangguran, keadilan ekonomi dengan perbaikan tingkat ketimpangan. Intinya, Indonesia jauh lebih baik di bawah Pemerintahan Jokowi.

"Yang juga penting kita catat keberanian Beliau menetapkan kebijakan yang tidak populer tapi penting untuk kesehatan anggaran kita, yakni memangkas subsidi BBM," kata Rosan.

Hasilnya terbukti positif karena belanja ekonomi naik dua kali lipat sementara anggaran pertumbuhan sosial naik 10 kali lipat. Belum lagi capaian pembangunan infrastruktur yang luar biasa, ujar Rosan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon