TNI-Polri Diminta Netralisir Potensi Kerawanan Pemilu 2019

Jumat, 22 Maret 2019 | 19:03 WIB
YS
FH
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: FER
Menko Polhukam Wiranto (kiri), didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah), dan Ketua KPU Arief Budiman (kanan), memimpin rapat koordinasi kesiapan pengamanan tahapan masa rapat umum (kampanye terbuka) tahapan penghitungan suara di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu 20 Maret 2019.
Menko Polhukam Wiranto (kiri), didampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tengah), dan Ketua KPU Arief Budiman (kanan), memimpin rapat koordinasi kesiapan pengamanan tahapan masa rapat umum (kampanye terbuka) tahapan penghitungan suara di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu 20 Maret 2019. (SP/Joanito De Saojoao./SP/Joanito De Saojoao.)

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh elemen bangsa diharapkan dapat secara aktif menetralisir berbagai kemungkinan atau potensi yang menghambat kelancaran pesta Pemilihan Umum (Pemilu) serentak April 2019 mendatang. Bagi siapapun yang berniat atau mencoba-coba menganggu seluruh proses Pemilu serentak 2019 akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.

"Saya meminta tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran pemilu serentak," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, saat membuka Apel Kesiapan TNI, Polri, dan Komponen Bangsa Dalam Rangka Pileg dan Pilpres 2019, di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (22/3/2019).

Wiranto menjelaskan, dalam pengamanan Pemilu serentak 2019 akan diterjunkan tidak kurang 650.000 personel TNI dan Polri. Kemudian, ditambah dengan kekuatan segenap komponen bangsa lainnya.

Pada kesempatan itu, Wiranto juga menekankan kepada bintara pembina desa (Babinsa) dan bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk responsif menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan masifnya penyebaran berita hoaks, termasuk menguatnya politik identitas yang bisa menggerus disintegrasi bangsa.

Selain menginventarisir potensi kerawanan, seluruh aparat keamanan juga perlu berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta tokoh masyarakat di wilayah masing-masing. Koordinasi itu sangat penting guna memberikan rasa tenang kepada masyarakat, sehingga nantinya mereka bisa menggunakan hak pilihnya dengan aman.

Dalam Apel Siaga, Menkopolhukam Wiranto juga didampingi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal (Pol) M Tito Karnavian beserta para kepala Staf Angkatan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Ketua Bawaslu, Abhan dan pimpinan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Selain diikuti peserta apel yang berjumlah 100.000 personel yang terdiri dari TNI, Polri dan Komponen Masyarakat, dalam Apel kali ini juga diturunkan perlengkapan dan alutsista. Diantaranya, Meriam Astros, Helikopter bell-412 dan SP, Apc Turangga, Pesawat angkut serta ranpur BTR-4.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon