Yunarto Wijaya: Tidak Mudah Cebong Menjadi Kampret
Senin, 25 Maret 2019 | 19:21 WIBJakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, hasil survei tingkat elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019 sudah mulai stagnan.
Saat ini, menurut Yunarto, pemilih sudah menetapkan pilihan dan hampir pasti tidak akan berpindah hati ke capres lain, sehingga persentase perubahan sangat kecil.
"Tidak mudah buat kita melihat cebong yang berubah jadi kampret atau kampret menjadi cebong, ini menggunakan bahasa netizen," kata Yunarto kepada BeritaSatu News Channel, di Jakarta, Senin (25/3/2019) petang.
Menurut Yunarto, stagnasi elektabilitas juga disebabkan panjangnya masa kampanye sehingga masyarakat menjadi jenuh.
"Ditambah dengan karakter kampanye yang cenderung menyerang ke masing-masing lawan sehingga menyebabkan terjadinya kejemuan sehingga ada stagnasi elektabilitas kedua paslon," ujar Yunarto.
Sebelumnya, Charta Politika merilis hasil survei terbaru dimana elektabilitas Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin mencapai 53,6 % mengungguli Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,4 %.
Survei ini dilaksanakan pada tanggal 1-9 Maret 2019. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka pada 2.000 responden di 34 provinsi.
Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,19 % dan tingkat kepercayaan 95 %.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




