Di Bali, Prabowo Janji Angkat Pejabat Antikorupsi

Rabu, 27 Maret 2019 | 03:36 WIB
IM
B
Penulis: I Nyoman Mardika | Editor: B1
Calon presiden Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbuka di lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, 26 Maret 2019.
Calon presiden Prabowo Subianto (kiri) menyampaikan orasi politik dalam kampanye terbuka di lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, 26 Maret 2019. (ANTARA)

Denpasar, Beritasatu.com - Jika terpilih menjadi presiden, Prabowo Subianto dalam kampanyenya di Bali Selasa (26/3/2019) berjanji akan merekrut pejabat-pejabat yang antikorupsi. Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan sudah muak dengan banyaknya korupsi di Indonesia dan tidak rela melihat rakyat susah.

Dia menambahkan segelintir orang justru berfoya-foya karena korupsi di atas kekayaan alam Indonesia. Ia bahkan merasa bahagia jika dibenci oleh para koruptor. Pihaknya akan memanggil, mewawancara, dan meminta komitmen para calon pejabat negara bahwa mereka tidak akan memperkaya diri, keluarganya, dan kroninya.

"Kalau sanggup tidak korupsi, baru dipilih menjadi menteri, wakil menteri, dirjen, dirut BUMN. Jangan disangka perusahaan negara itu perusahaan nenek moyangnya, karena itu punya rakyat," tegas Prabowo saat berkampanye di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar.

Dalam kesempatan itu Prabowo juga sempat membantah bila dirinya mendukung kelompok Islam radikal. Sebaliknya, pencalonan dirinya justru diklaim telah mendapat dukungan semua tokoh agama. Sejak umur 18 tahun, pria 68 tahun ini mengaku sudah bersumpah siap memberikan jiwa dan raga untuk rakyat dan bangsa Indonesia.

Calon presiden nomor urut 02 ini juga menuding para elite di Jakarta telah gagal menjaga kekayaan bangsa Indonesia. Akibatnya, kekayaan bangsa banyak mengalir ke luar negeri.

"Ini inti masalah Indonesia, kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia. Kekayaan kita mengalir ke luar, kekayaan kita diambil ke luar," ujarnya.

Prabowo yang berkampanye tanpa wakilnya Sandiaga Uno menyebut harus ada perubahan terkait masalah tersebut. Ia bahkan sudah membentuk tim yang terdiri dari pakar-pakar terbaik bangsa serta berasal dari semua agama dan suku. Tidak hanya cerdas, handal, dan kapabel, tetapi juga memiliki hati bersih.

"Kita tidak perlu orang-orang yang punya gelar sederet, tapi kepintarannya tidak dipakai untuk bikin sejahtera rakyat. Lebih baik cari orang yang biasa-biasa tapi hatinya membela rakyatnya sendiri," ucapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon