Yunarto: Kampanye Terbuka Tidak Menambah Elektabilitas
Rabu, 27 Maret 2019 | 13:06 WIBJakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengemukakan pengunaan kampanye terbuka yang terjadi sekarang ini tidak menambah elektabilitas dari dua pasangan calon (paslon) yang bertarung pada Pilpres 17 April 2019 mendatang. Kampanye terbuka hanyalah unjuk kekuatan dari masing-masing paslon.
"Tidak akan menambah suara apa-apa. Efek elektoralnya tidak ada. Itu lebih ke kosmetik aja," kata Yunarto di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
Ia menjelaskan dalam sisa waktu tiga minggu menjelang pencoblosan, para pemilih sudah memiliki pilihan masing. Yang hadir dalam kampanye terbuka adalah yang sudah memiliki pilihan, bukan swing voters atau undecided voters.
"Yang hadir di kampanye Jokowi adalah pemilih Jokowi. Demikian juga yang hadir di kampanye Prabowo adalah pemilih Prabowo. Kalau seperti itu, dari mana mau dapat efek elektoralnya. Kan tidak ada," tutur Yunarto.
Menurutnya, kampanye terbuka hanya untuk menunjukkan dari masing-masing calon bahwa mereka punya pendukung dan jumlahnya sangat banyak. Di situ, masing-masing calon ingin memberi efek psikologis kepada lawan. Harapannya, semakin banyak massa yang datang bisa memberikan ketakutan atau rasa minder dari sang lawan.
"Kampanye terbuka lebih membangun membangun jawara. Tidak berpengaruh pada golput karena tidak ada korelasinya. Masalah golput itu terkait pendidikan politik, money politics, dan program kerja yang ditawarkan," tegas Yunarto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




