LSI : Jokowi Unggul di Kelompok Emak-Emak karena Program Nyata

Jumat, 29 Maret 2019 | 13:22 WIB
RW
DS
Penulis: Robertus Wardi | Editor: DAS
Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) melakukan kampanye akbar di Kota Dumai, Provinsi Riau pada Selasa (26/3/2019) sore.
Capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) melakukan kampanye akbar di Kota Dumai, Provinsi Riau pada Selasa (26/3/2019) sore. (Beritasatu TV)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adjie Alfaraby mengemukakan pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin unggul di pemilih emak-emak (ibu-ibu) karena kondisi ekonomi yang stabil, bahkan membaik. Salah satu fokus isu emak-emak adalah stabilitas harga sembako.

"Kinerja ekonomi Jokowi dalam lima tahun cukup baik menahan inflasi sehingga harga-harga kebutuhan pokok terjangkau," kata Adjie Alfaraby di Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Adjie Alfaraby menjelaskan, selain kinerja di bidang ekonomi, program-program populer lainnya seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dirasakan benefit oleh masyarakat. Program lima tahun kedepan Jokowi juga menarik buat emak-emak seperti Kartu Sembako Murah.

"Jokowi unggul kinerja dan program yang lebih konkret," ujar Adjie.

Di sisi lain, dia melihat jargon emak-emak yang sejak awal dikampanyekan paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak kuat resonansinya. Karena pemilih emak-emak yang tidak puas dengan kinerja Jokowi hanya minoritas, di bawah 30 persen.

"Mereka yang tidak puas dengan kinerja ekonomi Jokowi memang cenderung ke Prabowo-Sandi. Di sisi lain, tawaran Prabowo-Sandi untuk bidang ekonomi masih absurd dan tidak konkret. Misalnya melarang impor dan hanya berjanji menurunkan harga kebutuhan pokok tanpa disertai dengan program konkret," jelas Adjie.

Menurutnya, di pemilih menengah ke bawah, cenderung menjadi basis Jokowi karena mereka umumnya puas dengan kinerja Jokowi selama 5 tahun. Selain kondisi ekonomi yang membaik, program seperti PKH dan dana desa yang besar jumlahnya juga ikut berpengaruh.

Sementara di kalangan terpelajar, Prabowo-Sandi cenderung unggul. Faktornya adalah kelompok ini memang biasanya lebih besar ekspektasinya terhadap pemerintah dan cenderung cepat kecewa. Mereka mengevaluasi janji Jokowi 5 tahun yang lalu. Mereka yang kecewa terhadap Jokowi di segmen ini memang lebih banyak terutama untuk isu ekonomi dan isu demokrasi serta HAM.

"Mereka cenderung lebih gandrung isu-isu perubahan. Oleh karena itu kecenderungan lebih ke penantang," tegasnya.

Dia memastikan Jokowi-Maruf akan menang jika blunder atau skandal yang terkait langsung dengan Jokowi atau keluarga Jokowi tidak terjadi dalam masa sisa kampanye hingga pencoblosan. Kemudian tidak terjadi kondisi ekonomi yang tiba-tiba memburuk seketika sebelum pemililihan. Ketiga adalah masifnya golput atau warga yang tidak memilih di pemilih Jokowi.

"Jika tak ada tiga faktor ini, Jokowi-Maruf akan menang," tutup Adjie.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon