Dua Kali Gagal, KPK Kembali Buka Seleksi Sekjen untuk Eselon II

Jumat, 29 Maret 2019 | 19:38 WIB
FS
IC
Penulis: Fana F Suparman | Editor: CAH
Agus Rahardjo.
Agus Rahardjo. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah dua kali menggelar seleksi untuk posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen). Namun, dari dua kali seleksi tersebut KPK gagal mendapatkan Sekjen yang baru.

"Yang belum ketemu adalah Sekjen. Sekjen itu kita sudah melakukan tes dua kali. Kemudian mengalami kegagalan," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo usai melantik lima pejabat struktural baru di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (29/3/2019).

Untuk itu, Agus mengatakan, pihaknya akan kembali membuka seleksi sekjen. Rencananya, kata Agus pengumuman mengenai seleksi ini akan dilakukan pada Senin (1/4/2019). Tak hanya terbuka untuk masyarakat di sektor swasta dan aparatur sipil negara (ASN) yang memenuhi persyaratan, Agus mengatakan, dalam seleksi untuk yang ketiga kalinya ini, pihaknya mewajibkan seluruh eselon 2 di KPK mengikuti proses seleksi.

"Pengumumannya segera karena hari Senin kemarin kita ketemu Pansel (Panitia Seleksi) ya. Jadi Senin mungkin akan diumumkan untuk orang luar ditambah dengan semua esselon 2 di dalam kita wajibkan ikut," katanya.

Agus berharap, dengan proses seleksi melibatkan lebih banyak peserta termasuk dari eselon II peluang untuk mendapatkan sekjen semakin besar. Dengan demikian, KPK memiliki sekjen baru yang terakhir dijabat Raden Bimo Gunung Abdul Kadir yang diberhentikan berdasarkan keputusan presiden tertanggal 10 Maret 2018 silam.

"Mudah-mudahan nanti ketemu sekjennya. Karena sudah lama kosong. Kami sudah ketemu dengan panselnya. Mudah-mudahan nanti ketemu sekjen," kata Agus Rahardjo.

Diketahui, KPK telah dua kali menggelar seleksi untuk posisi sekjen. Dalam seleksi terakhir, terdapat enam kandidat yang mengikuti tahap wawancara dengan pimpinan KPK pada 7 Januari 2019. Keenam kandidat tersebut terdiri dari Sekda Pemprov Kalbar, Muhammad Zeet Hamdy Assovie; advokat, dosen dan mantan Direktur Utama Perum Peruri, Prasetyo; mantan Plt Asisten Kepala UKP3R, Roby Arya Brata; mantan Kepala Bappeda DKI Jakarta, Tuty Kusumawaty; mantan Direktur Keuangan PT Pelindo III dan mantan Komisaris Utama PT Portek Indonesia, U. Saefuddin Noer; serta Guru Besar Universitas Hasanuddin dan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian LH dan Kehutanan, Winarni Dien Monoarfa. Namun, Panitia Seleksi memutuskan keenam kandidat tersebut dinyatakan gagal.

Agus mengakui, tak mudah untuk mendapat Sekjen KPK definitif. Selain lantaran seleksi yang berat, Agus menduga jabatan Sekjen KPK dinilai penghasilannya tidak sebesar Sekjen di institusi lain.

"Saya tidak tahu apa emang jadi sekjen berat. Terus single salary, tidak boleh terima honor dari manapun. Dan kalau dibanding dengan anu kan nggak seberapa besar gajinya kan ya. Sehingga peminatnya juga kurang banyak," tambah Agus Rahardjo.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon