Soal People Power, PAN Pahami Kekecewaan Amien Rais
Rabu, 3 April 2019 | 21:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Amien Rais menyerukan pengerahan people power apabila pemilu curang. Amien Rais mengabaikan mekanisme penyelesian sengketa melalui Mahkamah Konstitusi.
Hal ini dinilai melenceng dari konstitusi. Sebab dalam konstitusi atau aturan hukum yang berlaku, jika salah satu pihak merasa tidak puas atas hasil pemilu, langkah yang tepat adalah melakukan jalur hukum di MK.
Namun Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Rizky Aljufri menolak jika pihaknya melenceng dari konstitusi di Indonesia. Rizky Aljufri meminta semua pihak menilai pernyataan Amien Rais dari sisi positif.
"Ingin mendorong penyelenggaraan pemilu lancar dan adil serta tidak ada campur tangan wasit. Jika wasit sudah bermain, yang kita khawatirkan adalah kemarahaan publik. Jadi kita harus melihat pernyataan itu sebagai pengingat," kata Rizky dalam program Prime Time Talk, Rabu (3/4/2019).
"Kita melihat bagaimana proses penyelenggaraan pemilu dari awal itu banyak sekali tanda-tanda adanya campur tangan pihak yang seharusnya netral. Itu yang sangat kami sayangkan," tambah Rizky.
"Kita melihat secara kasat mata, para menteri Pak Jokowi terang-terangan, komisaris BUMN terang-terangan yang harusnya netral mereka berkampanye untuk Pak Jokowi di hari kerja dan jam kerja," tandas Rizky.
Lebih jauh Rizky memahami kekecewaan Amien Rais sehingga terlontar people power. Pasalnya Amien Rais yang merupakan tokoh sentral dalam reformasi sangat berharap penyelenggaraan pemilu berjalan secara demokratis.
Istilah people power ini dilontarkan Amien Rais pada 31 Maret 2019 saat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum. Aksi ini digelar untuk menuntut KPU menjalankan Pemilu 2019 dengan jujur dan adil.
Lihat video:
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




