Rodney King, Ikon Kerusuhan LA 1991, Ditemukan Tewas

Senin, 18 Juni 2012 | 13:00 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Rodney King, korban pemukulan polisi Los Angeles tahun 1991 yang memicu kerusuhan rasial pada tahun berikutnya
Rodney King, korban pemukulan polisi Los Angeles tahun 1991 yang memicu kerusuhan rasial pada tahun berikutnya (blackamericans.com)
Dari pesakitan ia meniti karier sebagai selebritas.

Rodney King, 47, korban pemukulan polisi Los Angeles pada 1991 hingga menimbulkan kerusuhan rasial terburuk di Amerika Serikat, ditemukan tewas mengambang di kolam renang, kediamannya di Rialto, California, Amerika Serikat, Minggu (17/6).

"Penyebab kematiannya diduga karena tenggelam, tanpa adanya tindak kekerasan pada tubuhnya," demikian pernyataan resmi Kepolisian Rialto.

Tubuh King ditemukan tewas oleh tunangannya, tambah Kapten Polisi Randy De Anda.

Untuk itu, Pemerintah Daerah San Bernadino akan mengautopsi jenazah Rodney King.

Kematian pria keturunan Afro-Amerika itu dilaporkan kepada polisi, Minggu (17/6) pagi, di Rialto, sekitar 80 km sebelah timur Los Angeles.

"Polisi berusaha mengeluarkan jasad korban dari kolam renang, namun tidak berhasil melakukan pertolongan pertama," kata De Anda.

King menjadi terkenal di dunia setelah dia dan sejumlah temannya ditangkap oleh polisi Los Angeles, pada 3 Maret 1991, setelah terjadi kejar-kejaran.

King dipukul dengan menggunakan tongkat polisi dan terekam oleh seorang saksi. Video tersebut kemudian memicu perdebatan di tingkat nasional terkait kebrutalan polisi dan aksi rasisme.

Para polisi yang melakukan aksi pemukulan tersebut dibebaskan dari tuduhan tindakan brutal setahun kemudian. Akibatnya, sejumlah kerusuhan terjadi di Los Angeles hingga menewaskan 53 orang, sedikitnya 2.000 terluka, dan menimbulkan kerugian sebanyak US$1 miliar pada tahun 1992.

Selama kerusuhan itu terjadi, King menjadi terkenal di siaran televisi karena dengan tenang mengatakan, "Bisakah kita semua mengatasi hal ini bersama?"

Dua pejabat kepolisian tersebut kemudian dijatuhi hukuman penjara atas tindak kejahatan yang melanggar hak asasi manusia terhadap King.

Seorang hakim pengadilan meminta Pemerintah Kota Los Angeles membayar ganti rugi sebesar US$3,8 juta kepada King, yang pada pemukulan itu merupakan seorang pengangguran.

King memiliki riwayat sebagai seorang pecandu narkotika dan pernah muncul di program televisi kabel AS berjudul Celebrity Rehab.

Pada 2012, tepat dua dekade setelah kerusuhan tersebut, King menulis sebuah buku bertajuk The Riot Within: My Journey from Rebellion to Redemption.

Menurut biografi dalam bukunya itu, King bertunangan dan akan menikah dengan Cynthia Kelley, salah seorang anggota juri gugatannya terhadap Pemerintah Kota Los Angeles. King telah memiliki tiga orang anak.

Harian Los Angeles Times menerbitkan sebuah kutipan yang diucapkan King pada awal tahun ini.

"Saya akan mengubah beberapa hal, tapi tidak banyak. Ya, saya akan melalui masa kelam itu, saya akan melakukannya. Saya pernah mengatakan bahwa saya tidak akan melewatinya, tapi itu tidak benar. Masa kelam itu merubah segala hal. Itu membuat dunia menjadi lebih baik," kata Rodney King.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon