Gratis Polisi Kawal Nasabah Bank

Senin, 18 Juni 2012 | 20:03 WIB
BH
FH
Aksi perampokan di minimarket
Aksi perampokan di minimarket (Beritasatu TV/ Erick Kustara)
Senpi dipakai karena praktis dan murah. Hanya Rp 3 juta-Rp5 juta pelaku  sudah bisa mendapatkan senjata.

Senjata api kian menjadi pilihan dalam tindak kriminal perampokan.  Tindakan kriminalitas disertai kekerasan pun meningkat.

Merespon hal itu,  Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar  Polisi, Rikwanto mengatakan untuk mengantisipasi meningkatnya tindakan  kriminal dengan senpi, pihaknya mencari sumbernya dan melakukan  pengamanan dititik tertentu.

"Kami akan cari sumbernya. Satu  sumber sudah pernah diungkap (Cipacing, Jawa Barat). Kami tangkap pelaku  dan menyita alat-alat yang diduga dipakai untuk membuat senjata.  Selanjutnya, kami akan memfokuskan pengamanan di titik-titik tertentu  atau daerah rawan. Patroli rutin juga akan kami tingkatkan sekaligus  razia senpi," ujarnya kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Senin  (18/6).

Dikatakan Rikwanto, penggunaan senpi dalam tindak  pencurian disertai kekerasan meningkat jumlahnya. Namun, belum diketahui  berapa persen peningkatannya.

"Penggunaan senpi dalam kasus  pencurian dengan kekerasan cenderung meningkat dibandingkan tahun lalu.  Belum tahu berapa persen peningkatannya. Senpi dipakai karena dinilai  praktis dan murah. Hanya dengan Rp 3 juta-Rp5 juta pelaku  kejahatan sudah bisa mendapatkan senjata," tambahnya.

Guna  mencegah terjadinya tindak kejahatan perampokan di mini market, Rikwanto  mengimbau pengelola menambahkan alat pengamanan, seperti  satpam, CCTV atau panic button.

"Selain itu, sebaiknya tak  menyimpan uang dalam jumlah besar. Kalau jumlah uang di kasir atau  brangkas sudah banyak segera disetorkan. Kemudian, taruh dekoder CCTV  ditempat yang tak diketahui," katanya.

Rikwanto  menuturkan, untuk nasabah bank agar jangan ragu meminta  pengawalan polisi. Pengawalan ini cuma-cuma.

"Jangan ragu untuk meminta pengawalan. Itu  semua gratis. Pengawalan dilakukan agar pelaku mengurungkan diri ketika  melihat ada petugas atau setidaknya ada perlawanan. Nasabah biasanya  enggan meminta karena tidak mau repot," tandasnya.

Sebelumnya  diketahui, beberapa aksi perampokan bersenpi terjadi di tiga kawasan  Jakarta, pekan lalu. Pertama, seorang nasabah BCA di wilayah Sunter,  diikuti dan dirampok di tengah jalan. Uang sebesar Rp 98 juta raib  dirampas.

Selanjutnya, di kawasan Jakarta Timur, nasabah Bank  Mandiri dirampas sebanyak Rp100 juta. Selang beberapa hari, nasabah Bank  BCA yang membawa uang Rp300 juta dirampok di Jakarta Pusat.

Perampok bersenpi juga mengincar mini market. Setidaknya, ada dua kali perampokan mini market di Jakarta Timur, Senin (18/6).

Pertama  terjadi di Jalan Dewi Sartika pukul 01.20. Pelaku berjumlah empat orang  datang, kemudian masuk ke dalam dan mengancam dengan senpi serta  senjata tajam. Semua pelaku pakai tutup kepala atau topeng. Uang sebesar  Rp20 juta digondol pelaku.

Kedua, di Duren Sawit. Tiga pelaku bersenpi berhasil menggasak uang Rp66 juta dari dalam brangkas.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon