Polda Kepri Temukan Panah dan Sajam di Belakang Hotel
Selasa, 19 Juni 2012 | 06:54 WIB
Polisi telah memeriksa 28 orang diduga pelaku kerusuhan di Hotel Planet Holiday Batam.
Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Brigjen Pol Yotje Mende mengatakan para korban pertikaian dua kelompok massa di Hotel Planet Holiday Batam mengalami luka-luka akibat terkena benda tajam, seperti anak panah dan senjata tajam (sajam) lainnya.
Saat melakukan penyisiran pada Senin petang, polisi berhasil mengamankan beberapa pucuk anak panah dan benda tajam yang digunakan kelompok yang bersengketa dari bagian belakang hotel.
Yotje mengatakan, Senin (17/6) malam, situasi hotel telah kondusif. Namun, dua peleton pasukan dari Polresta Batam Rempang dan Galang (Barelang) masih bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pasukan masih kami siagakan walaupun kondisi sudah terkendali. Kami juga akan melakukan patroli ke seluruh wilayah kota mengantisipasi kerusuhan meluas," kata Kapolda.
Kapolda mengatakan polisi telah memeriksa 28 orang diduga pelaku kerusuhan di Hotel Planet Holiday Batam. "Ada 28 orang yang kini menjalani pemeriksaan di Polresta Barelang," kata Kapolda Senin malam.
Yotje mengatakan dari 28 orang tersebut sebagian menyerahkan diri dan sebagian ditangkap pascakerusuhan. "Hampir semua yang menjalani pemeriksaan adalah kelompok yang diserang. yaitu kelompok Basri," tutur dia.
Lebih jauh, Yotje mengimbau pada sekitar 50 orang kelompok Toni yang melakukan penyerangan ke Planet Holiday Hotel, untuk segera menyerahkan diri ke Polresta Barelang.
"Kami akan menindak tegas kelompok yang melakukan kerusuhan. Kami mengimbau kelompok Toni dan kelompok Basri untuk segera menyerahkan diri," tandas dia.
Sepeti diketahui, dalam pertikaian dua kelompok massa yang terjadi di Hotel Planet Holiday Batam, kemarin, menyebabkan satu orang meninggal dan sepuluh orang dirawat di beberapa rumah sakit. Pemicu pertikaian diduga akibat rebutan lahan parkir di wilayah tersebut.
Kapolda Kepulauan Riau (Kepri), Brigjen Pol Yotje Mende mengatakan para korban pertikaian dua kelompok massa di Hotel Planet Holiday Batam mengalami luka-luka akibat terkena benda tajam, seperti anak panah dan senjata tajam (sajam) lainnya.
Saat melakukan penyisiran pada Senin petang, polisi berhasil mengamankan beberapa pucuk anak panah dan benda tajam yang digunakan kelompok yang bersengketa dari bagian belakang hotel.
Yotje mengatakan, Senin (17/6) malam, situasi hotel telah kondusif. Namun, dua peleton pasukan dari Polresta Batam Rempang dan Galang (Barelang) masih bersiaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Pasukan masih kami siagakan walaupun kondisi sudah terkendali. Kami juga akan melakukan patroli ke seluruh wilayah kota mengantisipasi kerusuhan meluas," kata Kapolda.
Kapolda mengatakan polisi telah memeriksa 28 orang diduga pelaku kerusuhan di Hotel Planet Holiday Batam. "Ada 28 orang yang kini menjalani pemeriksaan di Polresta Barelang," kata Kapolda Senin malam.
Yotje mengatakan dari 28 orang tersebut sebagian menyerahkan diri dan sebagian ditangkap pascakerusuhan. "Hampir semua yang menjalani pemeriksaan adalah kelompok yang diserang. yaitu kelompok Basri," tutur dia.
Lebih jauh, Yotje mengimbau pada sekitar 50 orang kelompok Toni yang melakukan penyerangan ke Planet Holiday Hotel, untuk segera menyerahkan diri ke Polresta Barelang.
"Kami akan menindak tegas kelompok yang melakukan kerusuhan. Kami mengimbau kelompok Toni dan kelompok Basri untuk segera menyerahkan diri," tandas dia.
Sepeti diketahui, dalam pertikaian dua kelompok massa yang terjadi di Hotel Planet Holiday Batam, kemarin, menyebabkan satu orang meninggal dan sepuluh orang dirawat di beberapa rumah sakit. Pemicu pertikaian diduga akibat rebutan lahan parkir di wilayah tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




