Pemerintah Upayakan Terus Merangkul OPM

Selasa, 19 Juni 2012 | 09:53 WIB
AW
B
Penulis: Antara/ Kristantyo Wisnubroto | Editor: B1
Menkopolhukam, Joko Suyanto (kanan) bertemu dengan anak angkatnya Sertu Habel yang pernah tinggal bersama saat dirinya menjabat Komandan Lanud Sentani, saat kunjungan kerja selama dua hari di Jayapura, Papua, Senin (18/6). Sertu Habel saat ini bertugas di POM DAM XVII Cenderawasih Jayapura. FOTO ANTARA/EVA RUKDIJATI/ss/ama/12
Menkopolhukam, Joko Suyanto (kanan) bertemu dengan anak angkatnya Sertu Habel yang pernah tinggal bersama saat dirinya menjabat Komandan Lanud Sentani, saat kunjungan kerja selama dua hari di Jayapura, Papua, Senin (18/6). Sertu Habel saat ini bertugas di POM DAM XVII Cenderawasih Jayapura. FOTO ANTARA/EVA RUKDIJATI/ss/ama/12 (Antara)
Hari ini pemerintah pusat menggelar pertemuan dengan para pemangku kepentingan Papua.
 
Menko Polhukam Djoko Suyanto mengatakan pemerintah terus mendekati kelompok separatis di Papua agar turun gunung dan hidup damai bersama masyarakat lainnya.

"Sejak Desember 2011, pemerintah sudah mengirim delegasi untuk melakukan pendekatan dengan OPM (Organisasi Papua Merdeka)," kata Djoko Suyanto kepada wartawan di Jayapura, Senin (18/6) malam.

Dikatakan, pekerjaan itu tidak mudah sehingga perlu terus dilakukan pendekatan dan komunikasi yang intens sehingga mereka (OPM) mau dengan sukarela turun gunung dan hidup berdampingan dengan warga lainnya.

Selain melakukan komunikasi yang intens dengan kelompok OPM, pemerintah juga sudah melakukan komunikasi dan dialog dengan kelompok lainnya termasuk jaringan Papua Damai.

"Saya tahun 2011 hadir pada acara yang digelar jaringan Papua Damai yang dilakukan di aula Universitas Cenderawasih," ujar Djoko yang didampingi Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Ketua DPRP Papua Jhon Ibo, dan Ketua MRP Timotius Murib.

Menyinggung tentang keberadaan UP4B (unit percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat), Menko Polhukam menegaskan, keberadaan unit kerja bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bukan untuk membawa dana yang banyak ke Papua namun untuk mensinkronkan berbagai kegiatan pembangunan yang dilaksanakan di provinsi ini.
 
Menko Polhukam menerangkan, ini disebabkan banyak kegiatan pembangunan yang menggunakan dana 'double'.

Padahal, jenis proyeknya sama sehingga dengan keberadaan UP4B diharapkan tidak terjadi pembiayaan ganda.

Menko Polhukam bersama Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Kepala BIN Marciano Norman, Selasa (19/6) dijadwalkan bertemu dengan para pemangku kepentingan Papua di Mapolda Papua dan Kantor Gubernur Papua di Jayapura.

Setelah itu pada siangnya melanjutkan kunjungan kerja ke Timika.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon