Iluni UI Apresiasi Pemilu 2019 Berlangsung Damai dan Lancar

Rabu, 24 April 2019 | 20:57 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono (duduk kelima dari kiri) bersama Rektor UI Muhammad Anis (duduk keempat dari kiri) mendengarkan Seruan untuk Indonesia, Pernyataan sikap bersama Iluni UI dan Mahasiswa UI yang dibacakan oleh Ketua BEM UI 2019 Manik Marganamahendra di Sekretariat Iluni UI, Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu (24/4/2019).
Ketua Umum Iluni UI Arief Budhy Hardono (duduk kelima dari kiri) bersama Rektor UI Muhammad Anis (duduk keempat dari kiri) mendengarkan Seruan untuk Indonesia, Pernyataan sikap bersama Iluni UI dan Mahasiswa UI yang dibacakan oleh Ketua BEM UI 2019 Manik Marganamahendra di Sekretariat Iluni UI, Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus UI Salemba, Jakarta, Rabu (24/4/2019). (Beritasatu Photo/Dok. Iluni UI)

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Alumni Universitas Indonenesia (Iluni UI) memberikan apresiasi atas penyelenggaraan penyelenggaraan Pemilu Presiden dan Legislatif secara serentak pada tanggal 17 April 2019, yang berjalan lancar dan damai.

Apresiasi dan ucapan terima kasih itu disampaikan dalam acara 'Seruan untuk Indonesia, Pernyataan sikap bersama Iluni UI dan Mahasiswa UI' di Sekretariat Iluni UI, Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus UI Salemba, Rabu (24/4/2019). Acara ini juga dihadiri oleh Rektor UI Prof Muhammad Anis dan beberapa Ketua Iluni Fakultas.

"Iluni UI beserta mahasiswa UI yang diwakili oleh BEM UI dan Fakultas, ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, mulai dari KPU, Bawaslu, Petugas KPPS hingga segenap masyarakat yang telah menggunakan hak suaranya demi Indonesia yang lebih baik," ujar Ketua Umum Iluni UI, Arief Budhy Hardono kepada Beritasatu.com di sela acara.

Arief mengatakan, penyelenggaraan Pemilu 2019 yang berjalan damai dan lancar kali ini tak luput dari kerja keras para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dapat dikatakan merupakan ujung tombak penyelenggaraan Pemilu, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara di TPS. Meski begitu, sebanyak 100 orang lebih petugas KPPS dinyatakan meninggal dunia dan 500 lebih harus dilarikan ke rumah sakit.

Baca Juga: Panitia Pemilu Meninggal Dunia Bertambah Jadi 144 Orang

"Tentunya ini adalah kabar yang menghentak kita semua. Iluni UI turut belasungkawa atas meninggalnya para petugas KPPS serta para pihak terkait lainnya. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan dilapangkan hatinya dan hal ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk proses Pemilu selanjutnya," kata Arief.

Arief menambahkan, Iluni UI beserta mahasiswa UI berharap, proses demokrasi yang tengah berjalan tidak mencederai rasa keadilan masyarakat. Iluni UI dan mahasiswa UI pun senantiasa mendorong agar KPU untuk tetap profesional dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

"Bagaimanapun juga, Iluni UI dan Mahasiswa UI tak hanya menekankan pada pemilu yang guyub, namun juga prosesnya agar tetap berjalan dengan nilai-nilai kejujuran dan keadilan," tambah Arief

Ketua BEM UI 2019, Manik Marganamahendra, turut menyampaikan dukungannya kepada KPU selama proses perhitungan suara berlangsung.

"Mahasiwa UI berharap, KPU meningkatkan profesionalitas, imparsial, cermat, responsif, komunikatif, dan keterbukaan dalam menyampaikan data dan fakta terkait hasil pelaksanaan proses Pemilu 2019, khususnya dalam proses rekapitulasi suara," kata Manik.

Baca Juga: Bawaslu Persilakan Masyarakat Bentuk TPF Kecurangan Pemilu

Tak hanya KPU, lanjut Manik, mahasiswa UI juga mendorong Bawaslu untuk senantiasa meningkatkan pengawasan serta mengambil tindakan tegas, imparsial, dan adil terhadap segala pelanggaran Pemilu, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

"Iluni UI dan mahasiswa UI juga mendorong seluruh aparat pemerintahan, TNI dan Polri, serta penyelenggara negara lainnya untuk tetap menjaga netralitas," tandas Manik.

Ketua Iluni, Tomy Suryatama, menambahkan, semua pihak yang berkontestasi diharapkan sabar menunggu hasil perhitungan riil dari KPU dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Semua tindakan harus didasarkan pada Konstitusi dan Undang-undang yang berlaku," imbau Tomy Suryatama.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon