PGI Dorong Atlet Bersaing di Tingkat Asia dan Dunia

Jumat, 26 April 2019 | 20:26 WIB
AM
B
Penulis: Alexander Madji | Editor: B1
(dari kiri ke kanan) Wakil Sekjen PGI I Gusti Putu Gede, Sekjen Anthony Chandra, Ketua Umum Murdaya Po, Wakil Ketua Umum Agus Suhartono dan Fatommy A memimpin Rakersnas PGI di Jakarta, Jumat (26/4/2019).
(dari kiri ke kanan) Wakil Sekjen PGI I Gusti Putu Gede, Sekjen Anthony Chandra, Ketua Umum Murdaya Po, Wakil Ketua Umum Agus Suhartono dan Fatommy A memimpin Rakersnas PGI di Jakarta, Jumat (26/4/2019). (Humas PGI)

Jakarta, Beritasatu.com - Atlet-atlet amatir golf Indonesia didorong untuk bersaing di tingkat Asia dan dunia. Untuk itu pelatihan terhadap mereka harus dilakukan secara sistematis oleh pelatih-pelatih profesisonal dan prestisius serta bukan asal-asalany.

"Program kerja kita nomor satu adalah pembinaan prestasi pelatihan untuk para atlet agar empat tahun ke depan mereka lebih maju. Pelatihannya harus sistematik, dilatih oleh pelatih-pelatih pro high performance supaya atlet-atlet kita bisa masuk ke tingkat Asia dan dunia," kata Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) Murdaya Po kepada media pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Pondok Indah Golf, Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Menurut Murdaya Po, pengembangan atlet harus dilakukan secara terencana dan bukan asal-asalan. Setiap atlet, kata dia, harus memiliki komitmen untuk berprestasi, karena teknik bermain saja belum cukup. Harus disertai mental bertanding yang kuat.

Selama ini atlet-atlet golf Indonesia pada umumnya lahir dan berkembang dari orang tua masing-masing. Masih jarang sekali ada perkumpulan yang memfasilitasi para pegolf muda. Di sisi lain, setiap perkumpulan golf wajib mempunyai program pembinaan junior dan amatir.

Oleh karena itu, Murdaya Po menghimbau Pengurus Provinsi (Pengprov) PGI dan perkumpulan golf yang merupakan anggota PGI agar dapat menjalankan program pembinaan junior dan amatir secara sistematis dan berkelanjutan.

"Peran Pengprov dalam pembinaan atlet golf sangat penting karena masyarakat luas masih menganggap golf sebagai olahraga yang mahal karena peralatan dan harga sewa lapangan relatif mahal, sehigga olahraga ini belum menjadi olahraga yang popular. Bahkan, masyarakat belum peduli terhadap prestasi atlet-atlet golf kita," kata Murdaya Po.

Belum banyaknya anak tertarik dengan olahraga golf antara lain karena waktu permainan yang cukup lama, belum ditonton oleh banyak orang, dan belum ada atlet golf Indonesia yang popular. "Kebanyakan anak muda bermain golf karena ajakan dan dorongan dari orang tuanya, belum karena keamuannnya sendiri," kata  Murdaya Po lagi.

Sementara Rakernas ini sendiri dilaksanakan untuk mengkonsolidasikan organisasi PGI dan penyampaian program kerja PGI kurun waktu 2018-2022. Dalam Rakernas ini disampaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga hasil MUNAS PGI yang lalu, program kerja semua bidang dan badan profesi serta sosialisasi peraturan golf terbaru.

Bidang-bidang PB PGI terdiri dari Bidang Pembinaan, Pertandingan, Peraturan & Status Amatir, Course Rating, Handicap, Perwasitan, Organisasi, Hubungan Antar Lembaga, dan Media.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon