Indonesia dan Tatarstan Kembangkan Kerja Sama Gaya Hidup Halal

Jumat, 26 April 2019 | 23:31 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Penandatanganan kerja sama halal
Penandatanganan kerja sama halal "life style" antara Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) dan Tatarstan Investment Development Agency (TIDA) di Kota Kazan, Tatarstan, Rusia, Kamis, 25 April 2019. (Istimewa/KBRI Moskwa)

Moskwa, Beritasatu.com - Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Tatarstan Investment Development Agency (TIDA), Rusia. Penandatanganan dilakukan di sela-sela "Russia Halal Expo 2019" yang merupakan rangkaian dari "The XI International Economic Summit, Russia-Islamic World: KazanSummit 2019" di Kazan, Rusia, Kamis (25/4/2019).

Dalam siaran pers KBRI Moskwa yang diterima Beritasatu.com Jumat (26/4/2019) disebutkan nota kesepahaman ditandatangani oleh Kepala IHLC Sapta Nirwandar dan Kepala TIDA Taliya Minullina serta disaksikan oleh Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, dan Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarusia, M Wahid Supriyadi.

Kedua pihak sepakat untuk mempromosikan dan mengembangkan gaya hidup halal atau halal life style serta kerja sama lain yang menjadi perhatian bersama. Kerja sama antara lain mencakup pertukaran publikasi, riset bersama, seminar, konferensi dan workshop bersama, pengembangan platform teknologi informasi di bidang jasa dan produk halal.

Kehadiran Sapta Nirwandar di Kazan, Tatarstan, untuk menghadiri "Russia Halal Expo 2019" dan Forum Bisnis Indonesia-Rusia dalam rangka Kazan Summit. Sapta Nirwandar menjadi salah seorang keynote speaker dan turut membuka Russia Halal Expo 2019 pada Rabu (24/4/2019).

Sapta Nirwandar mengatakan bahwa pasar halal industri sedang berkembang. Oleh karena itu terdapat prospek perdagangan yang menjanjikan untuk perusahaan-perusahaan halal lifestyle di dunia, tidak hanya di Indonesia, tetapi di negara-negara OKI, dan juga Rusia. Sapta Nirwandar mengundang peserta dari Rusia untuk ikut serta pada konferensi internasional halal, bisnis forum dan expo di Jakarta pada 12-17 November 2019.

Sementara itu, Dubes Wahid menyampaikan Rusia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di Eropa, namun produk halal dapat digunakan juga oleh nonmuslim, yang pangsa pasarnya besar juga. Oleh karena itu, peluang kerja sama halal industri antara Indonesia dengan Rusia, termasuk Tatarstan sangat potensial. Peluang kerja sama dapat dilakukan di berbagai sektor seperti makanan, fashion, kosmetik, obat-obatan, pariwisata, dan jasa.

"Penandatanganan kerja sama antara IHLC dengan TIDA diharapkan menjadi langkah awal pengembangan kerja sama di bidang tersebut," kata Dubes Wahid.

Indonesia untuk pertama kalinya ikut serta pada "Russia Halal Expo 2019" dalam rangka The XI International Economic Summit "Russia-Islamic World: KazanSummit 2019" yang berlangsung tanggal 24-26 April 2019.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon