Dedi Mulyadi Minta Hentikan Saling Menyalahkan atas Meninggalnya Petugas KPPS
Sabtu, 27 April 2019 | 09:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, meminta seluruh pihak untuk tidak saling menyalahkan atas penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, termasuk mengenai meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Sejauh ini tercatat terdapat 230 petugas KPPS yang meninggal dunia dan 1.671 petugas lainnya sakit.
"Jangan saling menyalahkan," kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).
Hal ini disampaikan Dedi saat melayat ke kediaman almarhum Dani Kardana di Sindangkasih, Purwakarta, Jumat (26/4/2019). Dani merupakan Kepala Urusan Pembinaan Operasi Satuan Intelijen dan Keamanan (KBO Sat Intelkam) Polres Purwakarta yang meninggal diduga karena kelelahan saat menjalankan tugas mengawal kegiatan Pemilu 2019.
Dedi menilai Pemilu 2019 yang digelar secara serentak merupakan pemilu terberat dan menguras tenaga. Apalagi dalam proses penghitungan suara yang cukup panjang dari TPS hingga tingkat Kabupaten. Selama pelaksanaan ini, personel kepolisian harus mengawal sejak sebelum pemungutan suara hingga selesai penghitungan suara.
"Saya turut berduka cita dan berbela sungkawa kepada keluarga almarhum. Beliau ini kelelahan seperti kita ketahui bagaimana proses pemilu hari ini cukup berat dan melelahkan,terutama bagi yang bertugas," kata Dedi.
Dedi menyatakan berbagai persoalan yang terjadi pada Pemilu 2019, termasuk atas meninggalnya ratusan petugas KPPS merupakan kesalahan kolektif saat menyusun Undang-undang Pemilu. Untuk itu, Dedi mengatakan, harus ada evaluasi menyeluruh terkait pelaksanaan Pemilu 2019.
"Ini adalah kesalahan kolektif kita saat menyusun undang-undang tidak berdasarkan penghitungan substantif problem yang akan terjadi ke depannya, " ungkapnya.
Ketimbang saling menyalahkan, Dedi meminta seluruh pihak terkait untuk duduk bersama mengevaluasi Pemilu 2019, salah satunya dengan melakukan perubahan atas UU Pemilu. Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi mengusulkan Pemilu berikutnya dibuat secara lebih sederhana.
"Diharapkan setelah semua proses Pemilu selesai bisa evaluasi duduk bersama melakukan perubahan terhadap UU pemilu dan dibuat sesederhana mungkin dan tidak lagi digabungkan antara pileg dan pilpres," katanya.
Sebelum almarhum Dani, terdapat tiga orang yang meninggal selama pelaksanaan Pemilu 2019 di Purwakarta. Ketiga korban meninggal dunia itu, yakni Deden Damanhuri Ketua KPPS TPS 03 Desa Cipendeuy Bojong, Carman Anggota KPPS TPS 01, Desa Gardu Kiarapedes, serta anggota KPPS TPS 06 Desa Mulyamekar Kecamatan Babakanciko, Hartono. (F-5)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




