Social Media Day 2019
Pentingnya Kalangan Pebisnis Mengelola Media Sosial
Selasa, 30 April 2019 | 23:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Telkom Group menyelenggarakan Social Media Day 2019 guna mengedukasi pelaku usaha tentang dampak media sosial (Medsos) dalam berbisnis.
Direktur Utama Infomedia, Niam Dzikri, mengatakan, besarnya pengaruh medsos dalam kehidupan saat ini dapat dilihat dari data yang dilansir Hootsuite pada Januari 2019 dimana saat ini terdapat 150 juta pengguna aktif medsos di Indonesia yang setiap harinya menghabiskan rata-rata 4 jam waktunya di berbagai platform.
"Setiap hari, perilaku kita tidak bisa lepas dari mobile phone dan media sosial. Dari mencari info tentang tren, info tentang produk, maupun berita dan kejadian terkini semua dicari dari dinding digital. Mau makan, update dulu. Beli barang baru, unboxing dulu. Pakai brand baru, review dulu," kata Niam Dzikri dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Selasa (30/4/2019).
Niam menjelaskan, pentingnya menguasai media sosial bagi bisnis ini seperti halnya Avengers bagi Marvel Universe. "Seperti halnya 6 main character dalam Avenger di Marvel Universe, pebisnis perlu menguasai 6 channel sosial media utama untuk sukses memenangi peperangan pasar di era digital ini," kata Niam.
Adapun 6 channel medsos yang menjadi platform utama di tahun 2019 meliputi Youtube, Facebook, WhatsApp, Instagram, Line dan Twitter.
Lalu bagaimana mengelola berbagai platform Medsos tersebut? Hal ini bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah. Disini peran social media management sangat diperlukan. Dimana seluruh aktifitas perusahaan dalam berkomunikasi di lini sosial media akan direncanakan dan dibuat strateginya untuk tujuan yang telah ditetapkan.
Sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia dengan engagement tertinggi di sosial media, Kevin Kristian – Former Head of Socmed and Creative Content di Shopee menjelaskan, IPA merupakan langkah sukses pengelolaan sosial media. IPA disini adalah Idea/dentity – Planning – Analytics yang perlu dilakukan terus menerus dan konsisten.
"Pekerjaan ini merupakan pekerjaan besar dan tidak bisa diraih secara instan. Untuk itu diperlukan partner yang tepat karena kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri," jelas Kevin.
Pemilihan konten yang original dan menarik serta sesuai dengan target audience menjadi kunci dari social media marketing. Lebih jauh, sosial media yang pada awalnya dilirik perusahaan sebagai media baru dalam melakukan promosi dan marketing perusahaan kini telah berkembang menjadi media untuk membangun engagement dan mempertahankan sustainabilitas bisnis perusahaan.
Contoh sukses pengelolaan engagement di media sosial dibagikan oleh Telkomsel yang telah memenangi penghargaan socially devoted award dari social bakers sejak 2014.
"Sukses pengelolaan social media di Telkomsel merupakan buah dari perjalanan panjang yang terdiri atas penyusunan strategi yang matang, senantiasa mengikuti tren teknologi dan lifestyle customer dalam eksekusinya serta meresponnya dengan bahasa yang tepat. Mengelola sekaligus beberapa channel social media, kami juga menyadari bahwa setiap channel memiliki keunikan interaksinya tersendiri", ungkap GM Customer Care Planning & Process Management Telkomsel, Benny Hamdani.
Benny mengungkapkan, dengan total rata- rata 16 Juta interaksi di berbagai channel tiap bulannya, pengelolaan customer service channel di sosial media tidak bisa dikerjakan sendiri dan harus dikerjasamakan dengan ahlinya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




