Industri Fintech dan Inklusi Keuangan Terus Bertumbuh
Jumat, 3 Mei 2019 | 11:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil Aftech Annual Member Survey Report menyebutkan, industri financial technology (Fintech) di Indonesia terus mengalami pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat antara lain dari peningkatan jumlah startup, total investasi yang masuk di sektor tersebut, serta tingkat penggunaan solusi fintech dalam masyarakat sepanjang tahun 2018. Terkait adopsi dari solusi fintech di masyarakat, saat ini masih didominasi oleh vertikal sistem pembayaran dan pinjaman online.
Baca Juga: Fintech Dukung Target Inklusi Keuangan Menjadi 75%
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech), Niki Santo Luhur, mengatakan, meningkatnya penggunaan solusi fintech di masyarakat memberikan kontribusi positif pada inklusi keuangan. Melalui produk-produk keuangan berbasis inovasi dan teknologi yang ditawarkannya, fintech startup memiliki kemampuan untuk mendorong inklusi keuangan di masa yang akan datang.
"Hasil survei yang dilakukan oleh Aftech menunjukkan, lebih dari 70 persen fintech startup fokus memberikan layanan kepada segmen yang tidak terlayani oleh perbankan (unbanked and underbanked)," jelas Niki di acara peluncuran 'Aftech Annual Member Survey" di FintechSpace, Satrio Tower, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2019) petang.
Niki mengatakan, hasil survei juga menunjukkan bahwa sedikitnya 85 persen responden melihat potensi adopsi fintech di daerah-daerah terpencil di Indonesia. "Jika potensi ini berhasil untuk terus dikembangkan, maka inklusi keuangan di Indonesia akan terus meningkat," jelas Niki.
Menurut Niki, upaya mengembangkan industri fintech sangat dipengaruhi oleh kejelasan peraturan atau regulasi. Sebagian besar responden Aftech Annual Member Survey menilai, pemerintah telah memberikan dukungan yang cukup.
Baca Juga: Aftech Jamin Nasabah Terlindungi dari Praktik Ilegal
"Meskipun demikian, dukungan tersebut tentunya masih dapat ditingkatkan terutama dalam proses perizinan yang lebih cepat, kejelasan dan transparansi peraturan terkait, peningkatan volume dialog publik, serta dukungan atas program literasi keuangan," tandas Niki.
Niki menambahkan, faktor selanjutnya yang mendukung perkembangan industri fintech adalah infrastruktur. Konektivitas internet, keberadaan fraud database, serta cloud infrastructure, merupakan hal yang sangat penting bagi fintech startup.
"Responden masih mengalami tantangan dalam mengakses beberapa dari infrastruktur penting ini, karena terkait dengan implementasi dari regulasi teknis," tambah Niki.
Hasil survei juga menunjukkan, prinsip perlindungan konsumen merupakan hal yang penting bagi fintech startup, terutama yang berkaitan dengan data privacy dan data security. Selain itu, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) juga merupakan faktor penting yang mendukung pertumbuhan industri fintech di Indonesia.
"Dua keahlian yang saat ini sangat dibutuhkan oleh industri fintech adalah data analytics dan programming. Untuk mengatasi permasalahan keterbatasan tenaga kerja terampil, fintech startup mengadakan pelatihan in-house secara rutin, serta melakukan rekruitmen melalui perguruan tinggi atau dari perusahaan lain di sektor jasa keuangan," pungkas Niki.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




