IPW: Komite Etik KPK Harus Periksa Novel

Senin, 6 Mei 2019 | 07:31 WIB
YP
AO
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: AO
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane (kiri) pada acara diskusi lembaga Riset Indonesiawi bertajuk
Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane (kiri) pada acara diskusi lembaga Riset Indonesiawi bertajuk "Menyorot Institusi Antikorupsi di Zaman Jokowi" di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 5 Mei 2019. (BeritaSatu.com/Yustinus Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyayangkan komite etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak pernah memeriksa penyidik Novel Baswedan. Padahal, dalam sejumlah kasus, Novel kerap bersinggungan dengan dunia politik.

Neta mencontohkan, Novel ramai disebut akan dicalonkan sebagai Jaksa Agung jika pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno menang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Juga pernah beredar foto Novel dengan pendukung pasangan 02 sambil mengacungkan pose dua jari.

"Komite Etik KPK seharusnya juga memanggil Novel untuk mempertanyakan hal ini," kata Pane di acara diskusi bertajuk "Menyorot Institusi Anti Korupsi di Jaman Jokowi" di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (5/5).

Neta melihat KPK memberikan keistimewan kepada Novel, padahal sejumlah pejabat KPK lainnya diperiksa saat diindikasikan tidak netral atau tidak independen. Dia mencontohkan saat KPK memeriksa Deputi Penindakan Brigjen Firli.

Neta juga melihat bahwa KPK seakan ingin melakukan balas dendam kepada Polri, karena tidak bisa mengungkap kasus penyiraman air keras ke Novel. Mereka menyalahkan Polri atas hal ini dan memperlakukan berbeda para penyidik dari unsur Polri.

"Jangan hanya karena perkara Novel tidak terungkap kemudian menjadi alasan ada aksi balas dendam terhadap institusi Polri. Padahal, Polri termasuk pendiri KPK. Kejaksaan pendiri KPK juga. Novel sendiri awalnya juga anggota Polri," ujar Neta.

Neta meminta para komisioner menata dan menjaga soliditas institusi KPK. Tanpa ketegasan para komisioner, Neta tidak yakin KPK bisa solid. "Kita melihat sampai sejauh ini para komisioner itu tidak tegas dan cenderung berpihak," kata Neta.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon