KPU Siapkan Pengamanan Jelang Pengumuman Pemilu 2019

Senin, 20 Mei 2019 | 15:13 WIB
WL
B
Penulis: Winda Ayu Larasati | Editor: B1
Ketua KPU Arief Budiman dengan para Komisioner KPU Ilham Saputra dan Wahyu Setiawan, berbincang dengan anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di sela Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar rapat pleno tersebut untuk tujuh provinsi diantaranya Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Banten, NTB, dan Sulawesi Tenggara.
Ketua KPU Arief Budiman dengan para Komisioner KPU Ilham Saputra dan Wahyu Setiawan, berbincang dengan anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di sela Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 15 Mei 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar rapat pleno tersebut untuk tujuh provinsi diantaranya Aceh, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Banten, NTB, dan Sulawesi Tenggara. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, Beritasatu.com - Jelang pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) siapkan antisipasi pengamanan oleh TNI dan Polri di sekitar kantor KPU. TNI-Polri gunakan skema empat ring yakni pengamanan di dalam gedung KPU, dalam gedung KPU, halaman parkir hingga depan kantor KPU yakni di sepanjang Jalan Imam Bonjol hingga Hos Cokroaminoto yang dipasang jaring-jaring berduri untuk mengantisipasi adanya amukan massa.

Selain KPU, gedung Badang Pengawas Pemilu (Bawaslu), Kedutaan Besar (Kedubes) hingga Istana Merdeka dan Istana Negara turut disiagakan oleh tim pengamanan dari TNI dan Polri.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan ada 32.000 orang yang tergabung dalam pasukan pengamanan masyarakat pada 22 Mei mendatang.

Nantinya, para personel tidak menggunakan senjata api maupun tajam melainkan dibekali oleh tameng, gas air mata dan water cannon untuk mengantisipasi aksi amuk massa.

Namun TNI maupun Polri juga menyiapkan tim anarkis yang menggunakan senjata untuk mengantisipasi adanya aksi anarkistis dari masyarakat.

Selain itu, jika terjadi aksi teror dari masyarakat, TNI dan Polri juga mengerahkan tim penanggulangan teror (gultor) jika terjadi ancaman keselamatan di sekitar gedung KPU.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon