Mudik Lebaran, 1,38 Juta Kendaraan Diprediksi Keluar dari Jakarta

Selasa, 21 Mei 2019 | 04:14 WIB
H
IC
Penulis: Herman | Editor: CAH
PT Jasa Marga Persero Tbk, selaku pengelola memproyeksikan operasional jalan utama ini bisa dimulai pada 23 Mei 2019.
PT Jasa Marga Persero Tbk, selaku pengelola memproyeksikan operasional jalan utama ini bisa dimulai pada 23 Mei 2019.

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memperkirakan volume kendaraan yang akan keluar dari Jakarta pada musim mudik Lebaran tahun ini (H-7 s.d H-1) sebanyak 1.383.830 kendaraan, naik 7,58 persen dibandingkan musim mudik Lebaran tahun 2018.

Anggota BPJT dari unsur Pemerintah wakil dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Agita Widjayanto mengungkapkan, distribusi lalu lintas mudik 58,68 persen ke arah timur, 26,68 persen ke arah barat atau Sumatera, dan 14,64 persen ke arah selatan atau Bogor.

"Lalu lintas pemudik yang ke arah timur, setelah kita lihat mayoritasnya itu atau 54 persen ke arah Cikampek ke Timur, sedangkan 45 persen ke arah Bandung. Ini yang membuat kita harus memindahkan gerbang tol Cikarang Utama yang sekarang ini ada, nantinya sejak tanggal 23 Mei transaksinya kita pindahkan ke Cikampek Utama dan Kalihurip Utama yang ke arah Bandung," kata Agita Widjayanto, di acara diskusi Forum Merdeka Barat 9, di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Apabila nantinya volume kendaraan di gerbang tol sangat tinggi hingga membuat petugas kesulitan melayani transaksi pembayaran, Agita menyampaikan BPJT nantinya akan menggunakan Mobile Reader untuk mempercepat proses transkasi e-Toll.

"Kami paham dan maklum, di musim mudik ini masyarakat akan berlomba-lomba pakai jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.777 kilometer. Kami dari sektor jalan tol akan berusaha memaksimalkan kapasitas infastruktur yang ada. Kami akan menyetop konstruksi yang selama ini ada di jalan tol, seperti di tol Jakarta - Cikampek. Pada H-10 dan H+10 akan dihentikan, sehinggga semua alat konstruksinya kita keluarkan supaya bisa mengembalikan lajur yang ada ke kondisi semula," papar Agita.

Sistem Satu Arah
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa Pemerintah akan memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) di jalur Tol Trans Jawa menuju Timur untuk musim mudik Lebaran tahun ini.

Jalur satu arah ini akan diberlakukan mulai dari Tol Cikampek KM 29 sampai dengan KM 262 atau Brebes Barat mulai tanggal 30 Maret sampai 2 Juni 2019.

"Setelah bicara dengan Kakorlantas Jabar, Jateng dan Jatim diputuskan satu arah. Ini suatu kegiatan yang sangat signifikan, karena paling tidak ada satu arus yang berlipat dua kali," kata Budi Karya.

Dengan sistem satu arah ini, memang ada cenderung kendaraan akan menambah kecepatannya. Karenanya, Menhub mengimbau kepada para pengendara untuk tidak berkendara dengan kecepatan lebih dari 100 Km/jam.

"Semua kewenangan untuk memberlakukan one way ini ada di Korlantas. Sistem ini juga tergantung kondisi di lapangan, apakah memang harus diberlakukan atau tidak," kata Budi Karya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon