Didatangi Dompet Dhuafa, Polri Kisahkan Ambulans yang Disalahgunakan
Jumat, 24 Mei 2019 | 15:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tim Dompet Dhuafa (DD) hadir di Mabes Polri Jumat (24/5/2019) untuk membahas dugaan penganiayaan yang dialami staf medis DD saat berlangsung unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Kamis (23/5/2019) dini hari. Perwakilan DD diterima Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.
Direktur Utama DD Imam Rulyawan mengatakan jika kedatangan mereka untuk koordinasi, memitigasi, dan mencegah kejadian yang tidak diinginkan yang menimpa tim kemanusiaan dalam menjalankan perannya itu terulang lagi.
"Secara aturan dan secara kebijakan, telah digambarkan oleh Pak Dedi, ini solusi bagi tim kemanusiaan ke depan agar tidak khawatir lagi dalam menjalankan fungsinya. Kami menyayangkan peristiwa ini karena dengan beberapa latar belakang," sambungnya.
Dia mengatakan yang terpenting ke depan kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Tim medis dan kemanusiaan harus mendapatkan ruang sebebas-bebasnya sesuai peran, fungsi dan aturan dari lembaga yang berwenang.
Sementara Dedi mengatakan jika hal ini karena ketidakjelasan identitas saat terjadi kerusuhan. Dia menyarankan agar identitas diperjelas dan di sisi lain anggota Polri juga wajib memberi perlindungan kepada relawan kemanusian dan jurnalis saat melakukan tugasnya.
"Pada saat memberi bantuan kemanusiaan, saat demo, harus ada komunikasi ke kabid humas. Nanti akan disampaikan ke Danpam objek. ‘Hei pasukan, nanti akan ada ambulans yang akan membantu korban’. Begitupun dengan TNI, nanti TNI menggunakan atribut apa, biar kontrol di lapangan jelas," urainya.
Ambulans Angkut Massa
Apalagi, masih kata Dedi, dalam kejadian 21-22 Mei kemarin disusupi oleh perusuh yang sudah mendesign kerusuhan dengan menggunakan ambulans juga. Ada dua ambulans yang sudah disita polisi.
Satu ambulans digunakan untuk mengangkut massa, membagikan uang, busur, tombak dan memprovokasi membuat rusuh. Ambulans lainnya juga berisi uang yang dibagikan ke perusuh.
"Saya punya buktinya. Kejadian tanggal 22 itu terlihat sekali, ada sebuah ambulans mengangkut massa, membagikan uang dan memberikan komando, dan seketika itu massa langsung bergerak. Nah ini fotonya. Ini ambulans ini. Jadi ada massa yang turun. Ini dari CCTV Bali I tower. Tepatnya di Jalan Wahid Hasyim samping Sarinah," tambahnya.
Insiden anarkis Kamis yang menimpa relawan DD itu terjadi di sekitar Jl. Abdul Muis Jakarta Pusat. Akibatnya tiga anggota DD mengalami luka-luka digebuki oknum Brimob dan harus dilarikan ke RSPAD serta dua kendaraaan DD termasuk ambulans dirusak.

Polisi mengamankan satu mobil ambulans berlogo partai Gerindra dengan nopol B 9686 PCF yang diduga mengangkut batu, di sekitar Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. (Dok)
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




