Moeldoko Sebut Dalang Rusuh 22 Mei Segera Terungkap

Selasa, 28 Mei 2019 | 21:32 WIB
CP
YD
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: YUD
Moeldoko
Moeldoko (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Aktor kerusuhan 22 Mei 2019 masih terus didalami. Dalang utama atau otak kericuhan bakal segera diungkap, demikian disampaikan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

"(Aktor kerusuhan) kita dalami. Kita memang sudah bisa merumuskan siapa aktor yang mencari senjata. Tetapi di balik senjata ini, siapa aktornya, setelah senjata itu kita dalam. Jadi, tunggu beberapa saat lagi akan terungkap semua," kata Moeldoko.

Untuk diketahui, Polri telah merilis terkait ancaman pembunuhan sejumlah pejabat negara oleh para perusuh. Menurut Moeldoko, pengamanan untuk Presiden selaku VVIP mendapat atensi ada atau tidaknya ancaman.

"Enggak boleh abai. Sebenarnya kan ancaman mau enggak ancaman, standar pengamanan VVIP tidak ada toleransi, tidak boleh dikurangi sedikitpun. Hanya karena ada situasi seperti ini, wajarlah kita semua menjadi atensi bersama," ucap Moeldoko.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut, empat tokoh yang diancam dibunuh yaitu Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Gories Mere.

"Termasuk saya juga kalau enggak salah. Apa yang mau dikomentari? Itu kan maunya dia (pengancam), kalau kita risiko dari tugaslah," kata Moeldoko menanggapi adanya ancaman tersebut. Moeldoko tak memahami alasan dirinya pun dijadikan target.

Moeldoko menyatakan, dirinya terlahir sebagai prajurit. Komitmennya senantiasa untuk keutuhan NKRI. "Bagi saya yang kita tegakkan kedaulatan negara, tidak ada yang lain. Saya dilahirkan prajurit, untuk itu, sekarang pun enggak berubah sikap saya," tegas Moeldoko.

Menurut Moeldoko, dirinya kini dikawal dua prajurit Komando Pasukan Khusus. Awalnya, Moeldoko mengaku tak ingin mendapat pengawalan. "Tadinya saya enggak suka dikawal-kawal. Sekarang apa boleh buat, karena banyak yang mengingatkan. Dua orang saja dari Kopassus," ungkap Moeldoko.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon