Terminal Purabaya Belum Ramai Pemudik

Jumat, 31 Mei 2019 | 10:03 WIB
AS
FB
Penulis: Aries Sudiono | Editor: FMB
Terminal bus Purabaya.
Terminal bus Purabaya. (ist)

Surabaya, Beritasatu.com - Meningkatnya kepemilikan mobil keluarga dan masih adanya kewajiban mengikuti kegiatan upacara di sekolah dan seluruh kantor instansi pemerintah pada peringatan Hari Lahirnya Pancasila, Sabtu (1/6/2019) berpengaruh pada arus mudik 2019 via Terminal Purabaya Bungurasih Surabaya.

Hal itu terbukti jumlah penumpang di Terminal Purabaya, terminal bus antarkota terbesar di Jatim, pada hari Jumat baru dipadati calon penumpang sebanyak 32.686 orang. Padahal pada hari yang sama tahun lalu (2018), jumlah penumpang mencapai 46.286 orang atau tahun ini menurun sekitar 13 persen. Demikian pula jumlah penumpang yang datang (turun) di Terminal Purabaya juga turun 14 persen atau sebanyak 29.114 orang dibanding waktu yang sama tahun lalu sebanyak 33.998 orang.

"Kepadatan penumpang di Terminal Purabaya Surabaya belum menunjukkan peningkatan signifikan meski saat ini sudah masuk H-5 Lebaran Idulfitri 1440 H. Diprediksi, puncak arus mudik di Terminal Purabaya Bungurasih bakal mencapai puncaknya pada Minggu (2/6/2019) mendatang. Diprediksi jumlah penumpang yang akan memadati Terminal Purabaya saat puncak arus mudik mencapai 74.000 orang penumpang, dengan rute terbanyak ke Malang, Solo, Jogja, dan Semarang," ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Fattah Jasin, Jumat (31/5/2019).

Sehari sebelumnya, Fattah mendampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi ke Posko Lebaran sekaligus memantau kesiapan pengamanan, layanan kesehatan serta besaran arus mudik Lebaran di Terminal Purabaya.

Sesuai hasil koordinasi antara pengusaha angkutan umum bus yang tergabung dalam Organda dengan Dishub Pemprov Jatim serta Ditlantas Polda Jatim, maka dalam rangka mengantisipasi lonjakan penumpang hingga mencegah terjadinya penumpukan calon penumpang, maka diberlakukan diskresi pengalihan jurusan dengan perubahan izin trayek. "Ini memang perlu diskresi sebagai salah satu kebijakan mengantisipasi terjadinya penumpukan calon penumpang," tandas Fattah Jasin sambil menambahkan, di Terminal Purabaya juga disiapkan layanan kesehatan, BPJS, pijat dan tes kesehatan.

Guna menjamin keamanan Terminal Purabaya pada arus mudik (dan balik), maka selain sudah diberlakukan e-ticketing jurusan Surabaya-Malang (nantinya akan dikembangkan ke semua jurusan), dilibatkan pula petugas Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Terminal tersibuk di Jatim itu dipasang 48 unit kamera CCTV yang 16 unit di antaranya dilengkapi dengan teknologi face recognition atau pengenalan wajah. Selain itu, Dishub Jatim juga memberikan layanan pengaduan online untuk pelanggaran harga tiket angkutan. Bagi calon penumpang bisa mengadukan secara online melalui aplikasi Trayek Dishub Jatim, untuk tarif yang melebihi batas atas atau pengaduan yang lain," tandas Fattah Jasin.

Bandara Juanda
Puncak arus mudik di bandara Internasional Juanda juga diprediksi baru akan terjadi hari Minggu. Namun, tiket pesawat untuk sejumlah rute telah habis terjual. Hal ini mengakibatkan banyak calon penumpang tujuan luar Jawa kecewa berat karena sulitnya mendapatkan tiket, utamanya tujuan Banjarmasin, Tarakan, Samarinda, dan Medan. Di loket-loket penjualan, semua habis terjual.

Rata-rata pemudik dari Surabaya tujuan luar Jawa sudah memesan tiket lima hari sebelum keberangkatan. Jika menunggu shuttle service, risikonya tida mendapatkan tiket. Kalau pun tersedia satu dua seat, harga tiket tercatat sangat mahal. Untuk tujuan Samarinda misalnya, rata-rata harga tiket yang mereka pesan sepekan sebelumnya berkisar Rp 2 juta. "Harga tiket sangat mahal tetapi mau bagaimana lagi, tidak ada angkutan lain untuk mudik," aku Hardiman (52) yang hendak mudik ke Tarakan bersama istri dan tiga orang anaknya. Ia terbang pukul 16.45 WIB dengan tiket yang dipesannya lima hari sebelumnya.

Sementara itu justru situasi dan kondisi untuk penerbangan di wilayah Pulau Jawa terlihat sepi. Untuk tujuan Yogyakarta, Semarang, Bandung dan Jakarta, justru yang antre bisa disebut hanya satu dua penumpang. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon