Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Minggu, 9 Juni 2019 | 18:51 WIB
AS
JS
Penulis: Arnold H Sianturi | Editor: JAS
Gunung Sinabung erupsi.
Gunung Sinabung erupsi. (Dok BNPB)

Tanah Karo - Memasuki hari kelima pascalebaran, Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara (Sumut), kembali erupsi, Minggu (9/6/2019). Belum ada laporan korban jiwa namun erupsi Sinabung kembali mengejutkan masyarakat.

"Sebenarnya, masyarakat sudah terbiasa melihat dan menghadapi erupsi Sinabung ini. Namun, setelah lama tidak beraktivitas, erupsi gunung itu menghebohkan," ujar seorang warga Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Josua Sembiring.

Josua mengatakan, aparat TNI maupun Polri bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Tanah Karo, secara sigap langsung melakukan penyisiran terhadap masyarakat di lokasi erupsi. Petugas juga melarang warga memasuki zona larangan.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Peranginangin menyampaikan, Sinabung erupsi sekitar pukul 16.28 WIB. Gunung Sinabung meletus dengan ketinggian kolom abu lebih dari 7.000 meter di atas puncak, atau 9.460 meter di atas permukaan laut.

"Status Gunung Sinabung masih berada di Level III (siaga). Untuk itu, masyarakat maupun pengunjung diimbau tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara," ujarnya.

Menurutnya, erupsi Sinabung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 9 menit 17 detik. Erupsi tersebut disertai dengan suara gemuruh yang terdengar sampai ke Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.

"Jika terjadi hujan abu maka masyarakat menggunakan masker bila keluar rumah. Ini diperlukan untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Masyarakat juga diminta mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh," imbaunya.

Natanail juga meminta masyarakat yang tinggal di dekat sungai-sungai yang berhulu, supaya mengantisipasi bahaya banjir lahar dingin yang berpotensi terjadi. Upaya antisipasi ini penting untuk menghindari jatuhnya korban jiwa



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon