Dikhawatirkan, Dana Jamkesda Riau Tak Cukup
Sabtu, 23 Juni 2012 | 18:40 WIB
Sudah mencapai 50 persen dari anggaran dana.
Dari anggaran yang disiapkan, pengeluaran dana Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Provinsi Riau dari Januari-Juni 2012, sudah terserap sekitar Rp15.182 miliar.
"Penyerapan Jamkesda sudah mencapai 50 persen dari dana yang dianggarkan," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sudirman, di Pekanbaru, hari ini.
Menurut Sudirman, dana Jamkesda yang dianggarkan dalam APBD Riau 2012 adalah sebesar Rp30,092 miliar.
Ia menjelaskan, penggunaan dana Jamkesda menggunakan sistem klaim pengobatan pasien. Rincian klaim penggunaan dana tersebut paling besar dari pengobatan pasien di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang mencapai sekitar Rp11,996 miliar.
Kemudian klaim dari RSCM dan RS Harapan Kita yang keduanya di Jakarta masing-masing sekitar Rp1,086 miliar dan Rp387,424 juta. Sedangkan, klaim dari RS Jiwa Tampan, Pekanbaru, mencapai Rp1,711 miliar.
Selain itu, klaim tahun 2011 yang baru dibayarkan untuk Puskesmas Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mencapai sekitar Rp18,86 juta.
"Pasien yang sudah dikirim dari Riau sampai dengan bulan Juni ada 67 pasien dengan Jamkesda dan 10 pasien Jamkesmas," ujarnya.
Ia mengatakan, dana Jamkesda juga digunakan untuk biaya transportasi pengiriman pasien dan pendamping dari dinas kesehatan, uang makan pasien selama satu bulan, uang penginapan pasien selama satu bulan, dan biaya pemulangan jenazah apabila pasien meninggal dunia.
"Kami memperkirakan dengan penyerapan yang cukup tinggi, dana Jamkesda tidak akan cukup sampai akhir tahun, sehingga kami meminta penambahan dalam APBD Perubahan tahun ini," ujar Sudirman.
Dari anggaran yang disiapkan, pengeluaran dana Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Provinsi Riau dari Januari-Juni 2012, sudah terserap sekitar Rp15.182 miliar.
"Penyerapan Jamkesda sudah mencapai 50 persen dari dana yang dianggarkan," kata Kepala Bidang Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sudirman, di Pekanbaru, hari ini.
Menurut Sudirman, dana Jamkesda yang dianggarkan dalam APBD Riau 2012 adalah sebesar Rp30,092 miliar.
Ia menjelaskan, penggunaan dana Jamkesda menggunakan sistem klaim pengobatan pasien. Rincian klaim penggunaan dana tersebut paling besar dari pengobatan pasien di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang mencapai sekitar Rp11,996 miliar.
Kemudian klaim dari RSCM dan RS Harapan Kita yang keduanya di Jakarta masing-masing sekitar Rp1,086 miliar dan Rp387,424 juta. Sedangkan, klaim dari RS Jiwa Tampan, Pekanbaru, mencapai Rp1,711 miliar.
Selain itu, klaim tahun 2011 yang baru dibayarkan untuk Puskesmas Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, mencapai sekitar Rp18,86 juta.
"Pasien yang sudah dikirim dari Riau sampai dengan bulan Juni ada 67 pasien dengan Jamkesda dan 10 pasien Jamkesmas," ujarnya.
Ia mengatakan, dana Jamkesda juga digunakan untuk biaya transportasi pengiriman pasien dan pendamping dari dinas kesehatan, uang makan pasien selama satu bulan, uang penginapan pasien selama satu bulan, dan biaya pemulangan jenazah apabila pasien meninggal dunia.
"Kami memperkirakan dengan penyerapan yang cukup tinggi, dana Jamkesda tidak akan cukup sampai akhir tahun, sehingga kami meminta penambahan dalam APBD Perubahan tahun ini," ujar Sudirman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




