Penerimaan Peserta Didik Baru 2019
Tak Ada Jual Beli Kursi, Semuanya Transparan
Rabu, 19 Juni 2019 | 11:49 WIB
Denpasar, Beritasatu.com - "Tidak ada istilah cepat-cepatan, tak ada istilah pengambilan token. Tidak jual-beli kursi. Semua dilakukan secara terbuka dan transparan," kata Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, I Nyoman Ratmaja kepada Suara Pembaruan di Denpasar, Rabu (19/6/2019).
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 di Provinsi Bali, kata Ratmaja, harus dilaksanakan secara nondiskriminatif, obyektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018.
"Biar masyarakat tidak galau. Kalau tidak paham, silakan datang ke Posko PPDB di masing-masing sekolah. Semua SMA/SMK negeri sudah membuat posko. Di dinas provinsi juga kami punya posko," ujar Ratmaja, yang mengaku sudah memberikan pelatihan pada para operator PPDB tahun 2019 di daerah ini.
Di Bali, PPDB jalur prestasi SMA dan perpindahan orangtua dilaksanakan pada 26-27 Juni mulai pukul 08.00 Wita. Calon peserta didik tinggal membawa kelengkapan pendaftaran ke sekolah untuk selanjutnya diverifikasi dan didaftarkan oleh operator sekolah.
Sementara jalur zonasi SMA/SMK (termasuk jalur perjanjian dengan desa adat, keluarga tidak mampu, dan anak inklusi) dilaksanakan 28-29 Juni dan 1-3 Juli. Calon peserta didik sudah bisa mendaftar online mulai 28 Juni pukul 08.00 Wita. Mereka dapat memilih dua SMA dan satu SMK, salah satunya wajib sekolah swasta.
"Pendaftaran online bisa di mana saja. Nanti itu di-print, lalu dibawa ke sekolah. Sekolah yang memverifikasi data itu, lalu oleh operator dimasukkan ke sistem. Kalau di-online, anak-anak beberapa kali boleh mencoba. Tapi kalau sudah di operator sekolah, sudah final, tidak boleh lagi mengulangi," jelasnya.
Oleh karena itu, Ratmaja mewanti-wanti calon peserta didik termasuk orangtua siswa agar benar-benar memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal dan memang memungkinkan atau persaingannya sedikit.
Kalau jarak sekolah dan tempat tinggal terlalu jauh, ditambah persaingan cukup ketat, sistem yang nanti akan mengeliminasi. Di sistem sudah ada per meter, per centimeter (untuk menentukan jarak terdekat dengan sekolah-red)," imbuhnya.
Ratmaja mengaku sudah mengantisipasi jika terjadi down pada sistem saat pendaftaran online. Pihaknya bekerja sama dengan PT Telkom agar laman pendaftaran online dapat diakses hingga 500.000 orang saat diklik secara bersamaan. Sementara lulusan SMP se-Bali diperkirakan 75.000 orang.
Total ada 127 operator PPDB yang telah dilatih, masing-masing 77 orang operator SMA negeri dan 50 orang operator SMK negeri. "Kami ingin menyamakan persepsi terkait sistem yang dipakai sekarang. Narasumbernya dari Telkom yang memberikan teknis pelaksanaan, bagaimana sistemnya, apa yang perlu dilaksanakan," terangnya.
Secara umum calon peserta didik yang nanti akan diterima di sekolah negeri disesuaikan dengan daya tampung. Bagi yang tidak tertampung di sekolah pilihannya, akan disalurkan ke sekolah negeri atau swasta terdekat yang masih bisa menampung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




