Atap Mal di Kanada Runtuh, Puluhan Orang Terluka
Senin, 25 Juni 2012 | 07:48 WIB
Beberapa orang masih hilang di reruntuhan di mal yang sempat bocor oleh air.
Tim penyelamat dan anjing pencari menyusuri puing-puing di sebuah mal perbelanjaan di Kanada setelah atap bangunan itu runtuh dari lantai dua, membuat beberapa orang hilang dan 22 lainnya cedera ringan.
Pihak berwenang mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Daftar orang hilang pun terus berkurang seiring banyaknya warga yang menemukan kerabat mereka. Namun beberapa orang masih belum ditemukan sejak runtuhnya Algo Centre Mall di sebelah utara kota Ontario di Elliott Lake, Sabtu (23/6) petang lalu.
Pejabat Dinas Kebakaran Toronto, Stephan Powell mengatakan 40 orang tim SAR telah memindahkan reruntuhan struktur bangunan dalam usaha mengevakuasi korban yang kemungkinan masih terperangkap.
Kate Matuszewski, juru bicara pemkot, mengatakan pada Sabtu lalu usaha penyelamatan sempat terhenti beberapa saat karena adanya masalah keselamatan.
Inspektur Polisi Provinsi Ontario Percy Jollymore menganjurkan pada pihak-pihak yang khawatir kerabat mereka menjadi korban agar mendaftar di pusat informasi di mana polisi akan mendata siapa saja yang belum ditemukan.
Satu bagian dari atap mall yang dipakai untuk area parkir rubuh dua lantai menimpa satu area dekat pojok makan, menampakkan besi-besi tulang penyangga beton. Keruntuhan ini menyisakan lubang sebesar 12 kali 24 meter, meruntuhkan jalur hidro dan memicu kebocoran gas.
Petugas gawas darurat dengan segera mengevakuasi mal dan menutup jalan di sekelilingnya. Wali kota Rick Hamilton segera mengeluarkan status darurat.
Polisi Provinsi Ontario mengatakan 22 orang dibawa ke rumah sakit namun tidak ada yang mengalami luka serius.
Joe Drazil, seorang penjual toko Zellers di dalam mal itu mengatakan beberapa mobil tampak jatuh ke dalam lubang yang terletak dekat eskalator.
"Anda bisa melihat atap dengan mobil tergantung di dalamnya. Setiap orang dikeluarkan dari mal. Setelah itu sejumlah kendaraan polisi dan tim gawat darurat datang dari berbagai tempat," ujar Drazil.
Seorang pengunjung mal, Jean-Marc Hayward tengah minum kopi ketika atap jatuh sekitar enam meter darinya. Ia mengatakan kejadian itu begitu kerasnya seperti sebuah ledakan. "Suaranya keras sekali. Atap itu tidak turun satu lantai, tapi dua lantai," ujarnya.
Hayward melihat seorang lelaki dengan wajah berlumuran darah. Hayward, yang bertubuh cebol mengalami kesulitan pada kakinya sehingga tidak bisa lari. "Aku tertimbun debu," katanya.
Hayward dan pengunjung lainnya mengatakan atap mal bocor oleh air untuk beberapa saat sebelumnya. Tampak sejumlah ember dan terpal untuk menampung air.
"Jelas sekali ada kerusakan di struktur mal ini karena air. Beberapa tahun lalu mereka mengatakan telah mengatasi kebocoran di mal ini, tapi ternyata tidak. Itu terlihat saat hujan," kata Hayward.
Powell tidak bisa mengonfirmasi apakah petugas penyelamat telah diberitahu tentang masalah kebocoran air ini.
Mal dua lantai di bagian utara Ontario ini luasnya sekitar 18.580 meter persegi. Di dalamnya terdapat toko barang-barang kebutuhan rumah tangga, restoran, sejumlah outlet retail, hotel, dan kantor konstituen untuk anggota parlemen provinsi.
Rhonda Bear, juru bicara untuk mal yang dikelola oleh Eastwood Mall Incorporated, mengatakan perusahaannya akan melemparkan semua pertanyaan tentang keruntuhan dan kondisi mal itu ke pengacara.
"Seluruh perhatian kami sekarang adalah mendoakan keluarga-keluarga korban," ujar Bear.
Tim penyelamat dan anjing pencari menyusuri puing-puing di sebuah mal perbelanjaan di Kanada setelah atap bangunan itu runtuh dari lantai dua, membuat beberapa orang hilang dan 22 lainnya cedera ringan.
Pihak berwenang mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Daftar orang hilang pun terus berkurang seiring banyaknya warga yang menemukan kerabat mereka. Namun beberapa orang masih belum ditemukan sejak runtuhnya Algo Centre Mall di sebelah utara kota Ontario di Elliott Lake, Sabtu (23/6) petang lalu.
Pejabat Dinas Kebakaran Toronto, Stephan Powell mengatakan 40 orang tim SAR telah memindahkan reruntuhan struktur bangunan dalam usaha mengevakuasi korban yang kemungkinan masih terperangkap.
Kate Matuszewski, juru bicara pemkot, mengatakan pada Sabtu lalu usaha penyelamatan sempat terhenti beberapa saat karena adanya masalah keselamatan.
Inspektur Polisi Provinsi Ontario Percy Jollymore menganjurkan pada pihak-pihak yang khawatir kerabat mereka menjadi korban agar mendaftar di pusat informasi di mana polisi akan mendata siapa saja yang belum ditemukan.
Satu bagian dari atap mall yang dipakai untuk area parkir rubuh dua lantai menimpa satu area dekat pojok makan, menampakkan besi-besi tulang penyangga beton. Keruntuhan ini menyisakan lubang sebesar 12 kali 24 meter, meruntuhkan jalur hidro dan memicu kebocoran gas.
Petugas gawas darurat dengan segera mengevakuasi mal dan menutup jalan di sekelilingnya. Wali kota Rick Hamilton segera mengeluarkan status darurat.
Polisi Provinsi Ontario mengatakan 22 orang dibawa ke rumah sakit namun tidak ada yang mengalami luka serius.
Joe Drazil, seorang penjual toko Zellers di dalam mal itu mengatakan beberapa mobil tampak jatuh ke dalam lubang yang terletak dekat eskalator.
"Anda bisa melihat atap dengan mobil tergantung di dalamnya. Setiap orang dikeluarkan dari mal. Setelah itu sejumlah kendaraan polisi dan tim gawat darurat datang dari berbagai tempat," ujar Drazil.
Seorang pengunjung mal, Jean-Marc Hayward tengah minum kopi ketika atap jatuh sekitar enam meter darinya. Ia mengatakan kejadian itu begitu kerasnya seperti sebuah ledakan. "Suaranya keras sekali. Atap itu tidak turun satu lantai, tapi dua lantai," ujarnya.
Hayward melihat seorang lelaki dengan wajah berlumuran darah. Hayward, yang bertubuh cebol mengalami kesulitan pada kakinya sehingga tidak bisa lari. "Aku tertimbun debu," katanya.
Hayward dan pengunjung lainnya mengatakan atap mal bocor oleh air untuk beberapa saat sebelumnya. Tampak sejumlah ember dan terpal untuk menampung air.
"Jelas sekali ada kerusakan di struktur mal ini karena air. Beberapa tahun lalu mereka mengatakan telah mengatasi kebocoran di mal ini, tapi ternyata tidak. Itu terlihat saat hujan," kata Hayward.
Powell tidak bisa mengonfirmasi apakah petugas penyelamat telah diberitahu tentang masalah kebocoran air ini.
Mal dua lantai di bagian utara Ontario ini luasnya sekitar 18.580 meter persegi. Di dalamnya terdapat toko barang-barang kebutuhan rumah tangga, restoran, sejumlah outlet retail, hotel, dan kantor konstituen untuk anggota parlemen provinsi.
Rhonda Bear, juru bicara untuk mal yang dikelola oleh Eastwood Mall Incorporated, mengatakan perusahaannya akan melemparkan semua pertanyaan tentang keruntuhan dan kondisi mal itu ke pengacara.
"Seluruh perhatian kami sekarang adalah mendoakan keluarga-keluarga korban," ujar Bear.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




