47.000 Personel Amankan Gedung Mahkamah Konstitusi

Senin, 24 Juni 2019 | 15:26 WIB
FA
IC
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: CAH
Ilustrasi pengamanan.
Ilustrasi pengamanan. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 47.000 personel akan menjaga kawasan Mahkamah Konstitusi (MK) jelang putusan sengketa hasil pemilihan presiden. Depan gedung MK adalah kawasan steril dari demo termasuk dari acara bertajuk Halal Bihalal Akbar 212 yang puncaknya akan dilaksanakan pada 28 Juni 2019.

"Untuk jumlah kekuatan TNI ada sekitar 17.000, Polri ada 28.000 lebih, kemudian Pemerintah Daerah hampir 2.000. Jadi keseluruhan kekuatan yang terlibat di dalam pengamanan di gedung MK dan sekitarnya hampir 47/000 lebih," kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (24/6).

Jumlah personel pengamanan yang berfokus pada gedung MK ini memang melonjak dari rencana semula yang awalnya direncanakan hanya kurang lebih 13.000 personel. Perkiraan dari intelejen juga dijadikan dasar pijakan.

"Itu tapi berjaga tidak hanya di gedung MK melainkan mengamankan beberapa objel vital nasional. Termasuk istana, Kantor KPU, Kantor Bawaslu, dan beberapa perwakilan duta besar asing yang ada di Jakarta," imbuh Dedi.

Polri ingin memberikan jaminan dan masyarakat diimbau tidak perlu takut beraktivitas meski hingga kini Polda Metro Jaya belum mendapat surat pemberitahuan dari beberapa pihak yang rencananya akan melakukan demo di beberapa wilayah Jakarta.

"Mabes Polri juga kembali mengimbau agar tidak melakulan mobilisasi massa pada tanggal 26, 27, 28, maupun 29 Mei. Seluruh tahapan KPU di MK itu sudah dilakukan secara konstusional. Masyarakat juga bisa langsung melihat perkembangannya karena itu disiarkan langsung oleh seluruh media TV," urainya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon