150 Anak Meninggal Radang Otak, India Perintahkan Penyelidikan
Selasa, 25 Juni 2019 | 20:20 WIB
Patna, Beritasatu.com- Korban meninggal akibat penyakit radang otak yang telah melanda anak-anak di negara bagian Bihar India bertambah hingga 150 orang pada Senin (24/6). Mahkamah Agung memerintahkan penyelidikan atas krisis tersebut.
Mahkamah Agung India juga menuntut pemerintah menjelaskan langkah-langkah apa yang telah diambil untuk memerangi penyebaran Sindrom Ensefalitis Akut (AES). Penyakit radang otak yang mematikan yang secara luas dikaitkan dengan memakan buah leci yang mentah.
Pihak berwenang mengatakan 152 anak telah meninggal di distrik-distrik di seluruh negara bagian timur itu. Saat ini, ada 131 orang anak masih dirawat di dua rumah sakit di Muzaffarpur, pusat penyebaran wabah itu.
Para pejabat kesehatan mengatakan 111 anak-anak telah meninggal di Perguruan Tinggi dan Rumah Sakit Sri Krishna yang dikelola pemerintah, dan 20 lainnya di rumah sakit Kejriwal, yang dijalankan oleh perusahaan swasta.
Hakim kepala Muzaffarpur memerintahkan penyelidikan kemungkinan kelalaian oleh menteri kesehatan federal Harsh Vardhan, serta menteri kesehatan Bihar.
Aktivis sosial Tamanna Hashmi yang mengajukan pengaduan di pengadilan, mengkonfirmasi bahwa penyelidikan kasus itu telah diperintahkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




